Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Ari (kedua kanan) mendampingi Koordinator Fungsi Penerangan Trigustono Supriyanto (memegang angklung) meresmikan Workshop Seni dan Budaya di Aula Serbaguna Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. (Dok. KBRI KL).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Ari (kedua kanan) mendampingi Koordinator Fungsi Penerangan Trigustono Supriyanto (memegang angklung) meresmikan Workshop Seni dan Budaya di Aula Serbaguna Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. (Dok. KBRI KL).

Berangkat dari semangat peningkatan people-to-people contact, Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) bekerjasama mengadakan Workshop Seni dan Kebudayaan Indonesia  mengajarkan tari, gamelan, dan angklung bagi para siswa-siswi Malaysia yang dilaksanakan 9-22 April 2016.

Workshop yang merupakan hasil kerjasama antara Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI KL, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI KL, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur ini dibuka secara resmi pada 9 April 2016 oleh Koordinator Fungsi Pensosbud, Trigustono Supriyanto.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan berfoto beserta panitia, tutor, guru pendamping, dan peserta Workshop Seni dan Budaya pada acara peresmian.(Dok KBRI KL).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan berfoto beserta panitia, tutor, guru pendamping, dan peserta Workshop Seni dan Budaya pada acara peresmian.(Dok KBRI KL).

Workshop ini diikuti 55 orang peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan di Malaysia antara lain SMK Aminuddin Baki, SM Sain Seri Puteri, SMK (P) Titiwangsa, SM Sain Sri Bintang Utara, SMK Damansara, Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan (ASWARA), dan Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM).

Dalam sambutannya pada acara pembukaan workshop, Minister Counsellor Pensosbud KBRI KL Trigustono Supriyanto menyampaikan bahwa untuk mencegah dan meminimalisir konflik diantara dua buah negara maka penting perlunya pengertian dan tingkat pemahaman yang tinggi diantara kedua rakyat negara tersebut. Melalui people-to-peole contact hal-hal tersebut diharapkan dapat dicapai, lanjutnya.

Trigustono Supriyanto berharap bahwa para peserta workshop dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai seni dan budaya Indonesia yang pada gilirannya dapat memperkuat hubungan people-to-people contact. Terutama diantara para peserta, panitia, pemberi materi, dan guru pendamping dari institusi pendidikan Malaysia.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI KL Prof. Ari Purbayanto, dua peserta workshop terbaik akan dikirim ke Jakarta untuk dapat mengikuti International Culture Program yang akan diadakan pada 18-30 Juli 2016. Program ini akan diikuti oleh berbagai peserta dari 20 negara Asia Pasifik.

Turut hadir dalam acara pembukaan workshop tersebut, Atase Hukum KBRI KL Fajar Sulaeman, Kepala Sekolah SIKL Agustinus Suharto, guru-guru SIKL, dan guru-guru pendamping siswa-siwa sekolah-sekolah Malaysia yang mengikuti workshop. Acara peresmian dimeriahkan dengan persembahan guru-guru SIKL yang menyanyikan lagu-lagu keroncong yang diiringi oleh gitar dan angklung.

Acara workshop  ini akan ditutup dengan pagelaran bersama yang menampilkan kesenian yang dipelajari para peserta workshop dengan bintang tamu artis cilik Sandrina Michelle. Pagelaran bersama ini akan diadakan di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur pada 22 April 2016 yang akan datang.

(Sumber: KBRI Kuala Lumpur)

administratorKebudayaanKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Berangkat dari semangat peningkatan people-to-people contact, Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) bekerjasama mengadakan Workshop Seni dan Kebudayaan Indonesia  mengajarkan tari, gamelan, dan angklung bagi para siswa-siswi Malaysia yang dilaksanakan 9-22 April 2016. Workshop yang merupakan hasil kerjasama antara Fungsi Penerangan Sosial...