sandrina-web

Persembahan Sadrina diacara penutupan Workshop Seni Budaya Indonesia yang diadakan di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.(Dok. KBRI KL)

Sandrina, penari remaja yang pernah menjuarai Indonesia Mencari Bakat di salah satu TV nasional mendapat sambutan meriah pada penutupan Workshop Seni dan Budaya Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Kuala Lumpur, Sabtu (21/5) di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur. Tidak hanya tampil menari seorang diri saja, Sandrina juga berkolaborasi dengan beberapa anak-anak Malaysia membawakan tari Jaipong di hadapan sekitar 150 tamu undangan. Dalam kegiatan ini, terpilih dua siswa Malaysia, yaitu Amirul Nizam bin Abdul Azis dan Nurina Alya Binti Meor Abdul Azis yang dinobatkan sebagai Peserta Terbaik dan Berbakat dan berhak mengikuti International Culture Explore Program ke Indonesia pada bulan Juli mendatang. Dalam program yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, 2 peserta Malaysia akan bergabung dengan rekan rekannya dari 22 negara di Asia Pasifik untuk menjelajahi kekayaan budaya Indonesia, di Jakarta dan Yogyakarta. “Kita perlu memperkenalkan Indonesia melalui generasi muda dari negara-negara lain sehingga mereka dapat menjadi influencer bagi lingkungannya”, ungkap Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Prof. Ari Purbayanto.

KBRI Kuala Lumpur melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya serta Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menyelenggarakan Workshop Seni dan Budaya Indonesia yang telah berlangsung selama satu bulan sejak tanggal 9 April-15 Mei 2016. Setelah mendapatkan 10 kali pelatihan setiap hari Sabtu dan Minggu, sebanyak 52 peserta workshop yang terdiri dari anak-anak sekolah menengah atas dan akademi/universitas di Malaysia ini tampil mempersembahkan tarian, gamelan dan angklung di hadapan tamu-tamu undangan.

Selain Atase Pendidikan dan Kebudayaan, tampak hadir pula Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI, Trigustono Supriyanto dan pejabat Kementerian Pendidikan Malaysia, Abdul Halim Bin Ismail. Dalam kesempatan tersebut Abdul Halim menyampaikan apresiasinya atas kegiatan workshop yang telah memberikan kesempatan kepada generasi muda Malaysia untuk mempelajari dan memahami seni budaya Indonesia dan berharap kegiatan pertukaran budaya dapat lebih intensif dilaksanakan antar kedua negara.

Workshop Seni dan Budaya Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya diadakan dan diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin tiap tahun. Selain sebagai sarana diplomasi budaya, kegiatan ini juga diyakini akan semakin mempererat persahabatan kedua bangsa dan memajukan hubungan people-to-people contact, khususnya di kalangan generasi muda.

(Sumber: KBRI Kuala Lumpur)

administratorKebudayaanKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Sandrina, penari remaja yang pernah menjuarai Indonesia Mencari Bakat di salah satu TV nasional mendapat sambutan meriah pada penutupan Workshop Seni dan Budaya Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Kuala Lumpur, Sabtu (21/5) di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur. Tidak hanya tampil menari seorang diri saja, Sandrina juga berkolaborasi dengan...