Atdikbud memberikan cindera mata kepada Naib Canselor (Rektor) UniSZA Prof. Dato’ Dr. Ahmad Zubaidi seusai diskusi di ruang rapat rektorat saat melakukan kunjungannya ke UniSZA (Dok. Atdikbud KBRI KL).

Atdikbud memberikan cindera mata kepada Naib Canselor (Rektor) UniSZA Prof. Dato’ Dr.
Ahmad Zubaidi seusai diskusi di ruang rapat rektorat saat melakukan kunjungannya ke UniSZA (Dok. Atdikbud KBRI KL).

Terengganu – Pihak Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu menyampaikan harapannya untuk meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya riset kedokteran dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Naib Canselor (Rektor) UniSZa, Prof. Dato Dr. Ahmad Zubaidi kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc di ruang kerjanya di Gedung Rektorat, Minggu, 18 September 2016.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI berkunjung ke UniSza bersama dua orang stafnya untuk mengisi waktu di sela-sela kegiatan menghadiri acara pembukaan Jambore Pramuka ASEAN ke-5 yang dihelat di Terengganu pekan lalu.

Hadir pada kesempatan tersebut, Timbalan Naib Canselor (Akademik dan Antarbangsa) Prof.Dr. Mahadzirah, Ketua Klaster Majlis Profesor Negara (MPN), Prof. Dr. Kamaruddin Said, Direktur Program Internasional, Dekan, Ketua Bidang Pendaftar dan juga beberapa dosen terkait.

“Ini merupakan kunjungan balasan, setelah sebelumnya pada tahun 2015 Naib Canselor (Rektor) dan Direktur Program Internasional UniSZA berkunjung ke KBRI Kuala Lumpur,” jelas Prof. Ari Purbayanto melalui surat elektroniknya.

Lebih lanjut Atase Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa kunjungan singkat ini terlaksana atas bantuan Bapak Ahmad Taufik, dosen pada Fakultas Bahasa dan Komunikasi yang sebelumnya sebagai staf Hubungan Internasional UniSZA.

Dalam penerimaannya Naib Canselor Prof. Zubaidi menyampaikan apresiasi dan terima kasih, karena bagai “pucuk dicinta ulam tiba” sebuah peribahasa pengharapan dari pimpinan UniSZA atas kunjungan Atdikbud, meskipun tidak dalam perencanaan.

Sambutan tersebut ditimpali oleh Prof. Dr. Kamaruddin Said yang sebelumnya sering berjumpa dan beriteraksi dengan Atdikbud dalam berbagai forum MPN, bahkan sejak lima tahun lalu di Indonesia.

Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur menyampaikan terima kasih dan sebuah kehormatan karena kunjungan mendadak ini dapat diterima langsung oleh segenap Pimpinan UniSZA.

Sebagai catatan dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa berbagai kerjasama internasional telah dilakukan oleh UniSZA, termasuk dengan perguruan tinggi di Indonesia hasilnya, terdapat 49 MoU aktif yang sebagian besar dengan PTS Indonesia.

Dalam kesempatan diskusi, disampaikan oleh Prof. Dato” Zubaidi bahwa UniSZA memfokuskan kerjasama internasional dalam perubatan (kedokteran), pertanian dan pendidikan Islam.

Kerjasama tersebut dapat dilakukan melalui student mobility program, kerjasama riset maupun pengiriman dosen untuk studi lanjut di UniSZA. Harapan besar dari UniSZA untuk dapat menjalin kerjasama yang lebih erat dengan universitas di Indonesia, khususnya dalam bidang riset kedokteran seperti rehabilitasi kecanduan narkoba, nikotin, seks, dll. (AP).

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Terengganu – Pihak Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu menyampaikan harapannya untuk meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, khususnya riset kedokteran dengan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Naib Canselor (Rektor) UniSZa, Prof. Dato Dr. Ahmad Zubaidi kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof....