Atdikbud menghadiri Rapat Koordinasi membahas persoalan pendidikan anak-anak WNI di kawasan ladang sawit Felda Tawau. Rapat yang berlangsung di KRI Tawau ini dipimpin oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat Tawau Prakoso Wicaksono. Selain itu juga hadir dalam rapat Kasubbag pada Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud RI, PF Sosial dan Budaya, LO Polisi RI, Senior General Manager, General Manager Felda Global Ventures dan Ibu Maulin, wakil dari Sdr. Firdaus Gigo Atawuwur, Penaung Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia (YPPAI). (Dok Atdikbud)

Atdikbud menghadiri Rapat Koordinasi membahas persoalan pendidikan anak-anak WNI di kawasan ladang sawit Felda Tawau dipimpin oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat Tawau Prakoso Wicaksono turut hadir Kasubbag pada Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud RI, PF Sosial dan Budaya, LO Polisi RI, Senior General Manager, General Manager Felda Global Ventures dan Ibu Maulin, wakil dari Sdr. Firdaus Gigo Atawuwur, Penaung Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia (YPPAI). (Dok Atdikbud)

Tawau, 28 September 2016 Atdikbud menghadiri Rapat Koordinasi membahas persoalan pendidikan anak-anak WNI di kawasan ladang sawit Felda Tawau. Rapat yang berlangsung di KRI Tawau ini dipimpin oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat Tawau Prakoso Wicaksono. Selain itu juga hadir dalam rapat Kasubbag pada Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud RI, PF  Sosial dan Budaya, LO Polisi RI, Senior General Manager, General Manager Felda Global Ventures dan Ibu Maulin, wakil dari Sdr. Firdaus Gigo Atawuwur, Penaung Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia (YPPAI) yang kini berubah nama menjadi Yayasan Pendidikan Insan Nusantara (Yapin).

Penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak WNI pekerja ladang sawit milik Felda Global Venture (FGV) Sdn. Bhd. Tawau sudah dilaksanakan sejak tahun 2009. FGV telah menunjuk YPPAI untuk mengelola pendidikan bagi anak-anak PMI. Sebanyak 11 lokasi Pusat Kegiatan Belajar (PKB) di ladang-ladang FGV dikelola oleh Yayasan PPAI (Yapin). Dalam perkembangannya, KRI Tawau telah menerima pengaduan masyarakat terkait praktek profit taking, pelaksanaan Ujian Nasional yang ilegal dan indikasi penipuan oleh pihak yayasan.

Menanggapi persoalan tersebut, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur menyampaikan apresiasi kepada Yapin atas usahanya merintis penyelenggaraan layanan pendidikan bagi anak-anak PMI di Ladang FGV. Namun demikian, karena adanya perkembangan peraturan terkait pengelolaan pendidikan anak-anak PMI di Malaysia dimana hasil Joint Consultation antara Presiden RI dengan PM Malaysia pada tahun 2006 menyetujui anak-anak PMI mendapatkan akses pendidikan di Community Learning Centre (CLC) dan Humana Learning Center. Sejak saat itu, maka layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia dilaksanakan melalui CLC yang dikelola oleh syarikat (perusahaan)  perladangan sawit dan Perwakilan RI di Sabah. Dengan demikian layanan pendidikan di ladang FGV harus mengikuti aturan yang berlaku.

Atdikbud menghadiri Rapat Koordinasi membahas persoalan pendidikan anak-anak WNI di kawasan ladang sawit Felda Tawau. Rapat yang berlangsung di KRI Tawau ini dipimpin oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat Tawau Prakoso Wicaksono. Selain itu juga hadir dalam rapat Kasubbag pada Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud RI, PF Sosial dan Budaya, LO Polisi RI, Senior General Manager, General Manager Felda Global Ventures dan Ibu Maulin, wakil dari Sdr. Firdaus Gigo Atawuwur, Penaung Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia (YPPAI). (Dok Atdikbud)

Suasana Rapat. (Dok Atdikbud)

Dalam rapat terjadi diskusi melalui penyampaian pendapat baik dari pihak FGV yang diwakili oleh Senior General Manager FGV dari Kuala Lumpur, perwakilan BPKLN Kemdikbud dan pihak yayasan yang diwakili oleh Maulin. Pihak FGV menjelaskan bahwa kerjasama dengan Sdr. Firdaus bermula dari niat FGV untuk memperhatikan pendidikan anak-anak PMI di ladang sebagai bentuk kepedulian pihak perusahaan. Dan terkait dengan pengelolaan pendidikan oleh Yapin tersebut, Pejabat Pendidikan Daerah Lahad Datu telah memberikan peringatan ketiga kalinya kepada FGV untuk segera mendaftarkan 11 Pusat Kegiatan Belajar (PKB) menjadi CLC. Bila tidak maka akan dikenai ancaman denda dan pidana serta penutupan operasional PKB. Sebagai perusahaan publik, FGV tidak mau mengambil resiko terjerat hukum yang dapat mencederai citra FGV.  Sementara itu pihak Yapin menyampaikan keinginannya agar FGV dapat memberikan waktu supaya yayasan dapat memperoleh perijinan setempat.

Rapat memutuskan beberapa hal penting diantaranya pihak FGV berharap dapat segera menyelesaikan proses pendaftaran CLC berkoordinasi dengan KRI Tawau. Selain itu, pihak FGV akan tetap mempekerjakan guru-guru lokal (guru pamong) dari Yapin setelah melalui proses evaluasi. Pihak Yapin bila dimungkinkan menurut aturan akan dilibatkan sebagai pengawas CLC (ED).

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Tawau, 28 September 2016 Atdikbud menghadiri Rapat Koordinasi membahas persoalan pendidikan anak-anak WNI di kawasan ladang sawit Felda Tawau. Rapat yang berlangsung di KRI Tawau ini dipimpin oleh Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Konsulat Tawau Prakoso Wicaksono. Selain itu juga hadir dalam rapat Kasubbag pada Biro Perencanaan dan Kerja...