siswa-clc-sarawak-ujian-paket-a-webMiri, Sarawak – Atdbudkl: Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap dan bekerja di kebun kelapa sawit sekitar wilayah Miri, Sarawak, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pendidikan non-formal dan ujian kejar paket A (Ula), B (Wusta), dan Paket C IPA/IPS.

Salah seorang peserta, Hamzah  (28 tahun) yang bekerja sebagai buruh di salah satu perusahan kelapa sawit di Bintulu, Sarawak mengaku senang bisa mengikuti program pendidikan non-formal. “Banyak sekali warga Indonesia yang bekerja di kebun-kebun kelapa sawit yang tidak tamat pendidikan dasar saat berada di tanah air,” paparnya.

Dia menambahkan, kalau kami bisa ikut program  pendidikan non-formal dan berkesempatan ujian paket kesetaraan, kami tentu merasa terbantu dan berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah menunjuk KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kuching untuk mensukseskan program pendidikan kesetaraan.

Ujian paket A yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur pada akhir September lalu, diikuti oleh 56 orang pelajar dari belasan Community Learning Center (CLC).

Ujian berlangsung di CLC Ladang 3 berbarengan dengan acara seleksi Kompetisi Sains dan Seni (KS2) yang diikuti oleh para pelajar dari belasan CLC di wilayah wlayah Sarawak. Ujian paket kesetaraan dikoordinir oleh LO-CLC Sarawak, Nasrullah Ali Fauzi.* (THS)

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Miri, Sarawak – Atdbudkl: Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap dan bekerja di kebun kelapa sawit sekitar wilayah Miri, Sarawak, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pendidikan non-formal dan ujian kejar paket A (Ula), B (Wusta), dan Paket C IPA/IPS. Salah seorang peserta, Hamzah  (28 tahun) yang bekerja sebagai buruh...