Gugusdepan Pramuka 001/002 Kuala Lumpur atau disingkat Gudep KBRI Kuala Lumpur merupakan salah satu gudep yang berada di Perwakilan RI di luar negeri. Selain Gudep KBRI Kuala Lumpur, terdapat juga gudep luar negeri yang aktif seperti di KBRI Singapura, KJRI Kota Kinabalu, KBRI Bangkok, KJRI Sydney, dan lain-lain. Pembentukan Gudep Pramuka di Perwakilan RI ini didasarkan pada SK Ka.Kwarnas No. 46/1996. Gudep yang didirikan di luar negeri memiliki peran sentral sebagai wadah kaum muda Indonesia untuk berkumpul dan melakukan kegiatan-kegiatan positif dalam membentuk karakter yang baik, membina keterampilan, dan memupuk jiwa nasionalisme menggunakan prinsip-prinsip dan metode kepramukaan.

Gudep luar negeri terbilang unik karena selain lokasinya, gudep ini dibina secara langsung oleh Kwartir Nasional, tidak seperti gudep di tanah air yang dibina oleh Kwartir Ranting. Secara struktural, Kepala Perwakilan RI (Duta Besar LBBP/Konsul Jenderal) secara ex-officio ditetapkan sebagai Ketua Mabigus (Ka Mabigus). Mabigus merupakan sebuah lembaga yang memfasilitasi, memberi dukungan, dan memberi bimbingan kepada kepengurusan Gugusdepan yang juga dikenal sebagai Pembina Gudep

Pembina Gudep berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan status pekerjaan namun memiliki keinginan kuat untuk melakukan pengabdian kepada tanah air melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan. Peserta didik atau anggota gudep terdiri dari para siswa Sekolah Indonesia di negara tersebut dan anak-anak/pemuda/mahasiswa Indonesia yang berdomisili di luar negeri.

Peran Gudep semakin penting dikala implentasi Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan. Bersama dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Gudep KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan Kursus Mahir Dasar (KMD) guna memantabkan pemahaman guru/pendidik tentang prinsip dan metode pendidikan kepramukaan. Diharapkan gudep ini semakin mantap untuk menjadi Gudep di perwakilan luar negeri yang signifikan, relevan, dan berkontribusi pada perkembangan Gerakan Pramuka Indonesia.

 

gudep1976Sejarah Gugusdepan

Menurut sejarah, dimulainya kegiatan Pramuka di Kuala Lumpur sejalan dengan berdirinya Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) pada bulan Juli 1969. Kegiatan Pramuka dikala itu termasuk kedalam salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang penting  selain ekstrakurikuler olahraga dan seni budaya. Selaras dengan ketentuan organisasi dibentuklah Gugusdepan Kuala Lumpur (lalu lebih dikenal dengan Gudep KBRI Kuala Lumpur) untuk mewadahi seluruh kegiatan-kegiatan kepramukaan di Kuala Lumpur. Ketika itu anggotanya berasal dari siswa SIKL yang menyertai golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak. Segudep1975jumlah nama-nama guru turut menjadi Pembina Pramuka yang disegani oleh peserta didiknya seperti Kak R.S Sofyan, Kak Suhaimi Nasution, dan Kak Ade Sule (alm). Mereka merupakan sosok yang telah merintis dan mengembangkan kegiatan kepramukaan sehingga dikenal diberbagai kalangan. Kendati demikian sebagaimana kegiatan lain. Kegiatan Pramuka juga mengalami dinamika yang berpengaruh pada pasang surut perkembangan Gudep.

gudep1996Pada pertengahan tahun 90an, Kak Ade Sule yang sudah menjadi staf Atase Pendidikan KBRI ketika itu  bersama Kak Suparlan yang merupakan Kepala Sekolah SIKL berusaha menghidupkan dan melakukan upaya untuk menggiatkan kembali kegiatan-kegiatan Pramuka.  Berkat dukungan semua pihak khususnya guru-guru dan alumni SIKL yang mencintai kegiatan Pramuka, upaya tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa. Pada tahun 1995, kontingen Penggalang ke Jambore Nasional telah dikirim. Lalu pada tahun 1997 giliran kontingen Penegak pula dikirim ke Raimuna Nasional dan Pengukuhan Pramuka Garuda oleh Duta Besar RI pada tahun 1998.

Sejak itu, kegiatan-kegiatan kepramukaan terus berlanjut dan berkesinambungan walaupun terdapat waktu-waktu sulit dan cukup menantang bagi pecinta Pramuka. Dalam rentang waktu hampir dua dekade ini banyak sekali pertemuan kepramukaan di berbagai tingkat telah diikuti antaranya Jambore Pengakap di berbagai negeri di Malaysia dan berbagai pertemuan-pertemuan kepanduan baik di skala lokal, daerah, nasional, maupun internasional.

Pada tahun 2012, Kwarnas memperkenalkan program “Revitalisasi Gerakan Pramuka” dengan tujuan utama antara lain untuk membenahi dan memantapkan peran dan fungsi Gugusdepan Pramuka dan menjadikan kegiatan-kegiatan Pramuka lebih menarik, lebih dikenal, dan lebih bermanfaat untuk masyarakat. Sejalan dengan itu, atas dukungan Pimpinan KBRI, BPSIK, Atase Pendidikan, SIKL, dan Komite Sekolah, Gugusdepan KBRI Kuala Lumpur telah melakukan revitalisasi dan konsolidasi internal berupa pemantapan dan pengembangan organisasi selain tetap melanjutkan partisipasinya dalam berbagai kegiatan kepramukaan lainnya.

Sebagai kelanjutan program tersebut, pada tahun 2013 Duta Besar LBBP untuk Malaysia, Marsekal (TNI) Purn. Herman Prayitno telah dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka sebagai Ketua Mabigus bersama dengan jajarannya. Selain itu upgrading wawasan dan keterampilan Pembina Gudep selaku pengelola dan tim Pembina Satuan  juga dilaksanakan melalui pelaksanaan KMD, sarasehan, training-on-trainer, dan partisipasi dalam berbagai kegiatan dewasa secara berkala.

struktur-gugus-depan-1

bagan-organisasi-gugus-depan-web

administratorPendidikan Nonformal
Gugusdepan Pramuka 001/002 Kuala Lumpur atau disingkat Gudep KBRI Kuala Lumpur merupakan salah satu gudep yang berada di Perwakilan RI di luar negeri. Selain Gudep KBRI Kuala Lumpur, terdapat juga gudep luar negeri yang aktif seperti di KBRI Singapura, KJRI Kota Kinabalu, KBRI Bangkok, KJRI Sydney, dan lain-lain. Pembentukan...