Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendi pada acara pertemuan dengan para Atase Pendidikan dan Kebudayaan selepas peresmian World Culture Forum (WCF) 2016 pada 13 Oktober 2016 di Nusa Dua Convention Center Bali.(Dok Atdikbud KL)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendi pada acara pertemuan dengan para Atase Pendidikan dan Kebudayaan selepas peresmian World Culture Forum (WCF) 2016 pada 13 Oktober 2016 di Nusa Dua Convention Center Bali.(Dok Atdikbud KL)

Nusa Dua, Bali – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP menyempatkan diri bertemu para Atase Pendidikan dan Kebudayaan seluruh perwakilan RI di luar negeri. Acara tersebut berlangsung di sela-sela acara peresemian World Culture Center (WCF) di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa, 13 Oktober 2016 siang.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Muhadjir mengajak para Atdikbud untuk lebih fokus pada 3 hal pokok pembangunan pendidikan, yaitu pembinaan pendidikan pra sekolah untuk anak-anak usia dini (PAUD), penekanan pendidikan karakter untuk tingkat SD dan SMP, dan penguatan serta pengembangan pendidikan vokasional untuk tingkat SMU.

“PAUD menjadi landasan berpijak (platform) penyelenggaraan pendidikan, sementara itu pada tingkat SD dan SMP menjadi pondasinya sehingga pendidikan karakter yang porsinya 60-70% dari proses pembelajaran menjadi hal yang sangat penting”, pungkasnya.

Prof. Muhajir minta dukungan para Atdikbud melalui penguatan kerjasama pendidikan di masing-masing negara tempat penugasan khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasional.

Menteri Pendidikan menambahkan bahwa penguatan jalinan kerjasama dengan institusi pendidikan vokasional dan industri yang terlibat sangat diperlukan melalui teacher training dan teacher mobility program.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengatakan bahwa saat ini, Pemerintah sedang giat-giatnya mengembangkan dan memperkuat pendidikan vokasional untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang bersifat dinamis.

“Empat bidang keahlian yang akan dikuatkan pengembangannya yaitu kelautan dan maritim, pariwisata, pertanian yang berorientasi ketahanan pangan, dan ekonomi kreatif,” paparnya.

Selama pertemuan bersama para Atase Pendidikan dan Kebudayaan ini, Mendikbud didampingi oleh Irjen Kemdikbud  Daryanto, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Kepala Biro PKLN Kemdikbud Suharti serta Wakil Tetap RI untuk UNESCO T.A. Fauzi Soelaiman. [AP].

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Nusa Dua, Bali - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP menyempatkan diri bertemu para Atase Pendidikan dan Kebudayaan seluruh perwakilan RI di luar negeri. Acara tersebut berlangsung di sela-sela acara peresemian World Culture Center (WCF) di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Selasa, 13 Oktober 2016...