Siswa Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Siti Nur Ainun Binti Alimudin di Kompetisi Sains dan Seni 2.(Dok. KBRI KL/Fandhyta).

Siswa Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Siti Nur Ainun Binti Alimudin di Kompetisi Sains dan Seni 2.(Dok. KBRI KL/Fandhyta).

Johor Bahru – Perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur yakni Kompetisi Sains dan Seni (KS2) yang dihelat di Johor Bahru, 21-23 Oktober 2016 belum berpihak ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Mereka harus kembali ke Negeri di Bawah Bayu dengan hasil yang tidak mencapai target.

“Kami sudah berusaha maksimal, tetapi kami harus akui ketangguhan siswa-siswi SMA dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur,” ujar Kepala Sekolah SIKK, H. Istiqlal, S.Pd., M.M. saat ditemui di Johor Bahru, Minggu (23/10/2016).

Menurut H. Istiqlal lagi, pelajar SIKK masih bisa mengimbangi pelajar Sekolah Indonesia Singapura (SIS) tetapi kesulitan mengatasi kehebatan siswa-siswi dari SIKL. “Anak-anak SIKL terlalu tangguh sekali di bidang sains dan karya tulis ilmiah,” aku pria asal Lombok, daerah dengan julukan Pulau Seribu Masjid  ini.

Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) pada tahun ini hanya mendapat dua medali emas dari olimpiade sains SD dan menyanyi solo SMP.

Lima medali perak diraih dari pidato tingkat SD, menari berpasangan tingkat SMP, olimpiade sains SMP, olimpiade matematika SMP, karya tulis eksakta SMA, dan dari karya tulis sosial SMA .

Sementara empat medali perak dikumpulkan dari menyanyi solo SD, presentasi hasil eksperimen SMP, olimpiade fisika SMA, dan olimpiade ekonomi SMA.

“Untuk kedua kalinya kami gagal meraih juara umum. Namun pada KS2 di Sabah tahun depan tentu kami pasang target tinggi untuk menang. “Kami tidak mau kalah di kandang sendiri,” ujarnya singkat dengan logat Sasak yang kental. (THS)

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Johor Bahru – Perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur yakni Kompetisi Sains dan Seni (KS2) yang dihelat di Johor Bahru, 21-23 Oktober 2016 belum berpihak ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Mereka harus kembali ke Negeri di Bawah Bayu dengan hasil yang tidak...