mou-ukm-dubes-largeBangi, Selangor – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan acara penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan 35 perguruan tinggi Indonesia di Dewan Tun Salleh, Kampus UKM Bangi, Rabu (26/10/2016) pagi.

Penandatanganan naskah kerjasama tersebut mencakup beberapa aspek kegiatan, yaitu: penelitian bersama dan penerbitan makalah untuk dipublikasikan di jurnal internasional; pertukaran dosen dan pembimbingan bersama (joint supervision) mahasiswa program magister dan doktor; pelaksanaan program pertukaran (mobility program) mahasiswa program magister dan doktor serta peneliti; pembangunan kemandirian penelitian, pembinaan kepakaran  dan peningkatan kualitas SDM dosen; dan kerjasama dalam bidang-bidang lain di tingkat kedua negara.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Herman Prayitno yang didampingi Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., berkesempatan hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut.

“Sebanyak 35 Rektor dan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia memenuhi ruangan auditorium Tun Salleh mengikuti acara tersebut dengan hikmat.” Ungkap Prof Ari Purbayanto melalui surat elektroniknya.

Perguruan tinggi tersebut diantaranya, Universitas Syiah Kuala, Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh, STIA Lancang Kuning Dumai, Universitas Jambi, Universitas Trisakti, Universitas Budi Luhur Jakarta, Universitas Lambung Mangkurat, Unversitas Gorontalo, Institut Agama Islam Negeri Ambon dan Universitas Halu Oleo.

Duta Besar Herman Prayitno dalam sambutannya menyampaikan bahwa sudah cukup banyak MoU kerjasama yang ditandatangani antara perguruan tinggi Malaysia dan Indonesia. Tetapi cukup banyak pula MoU yang hanya digunakan untuk keperluan administratif belaka dan bahkan hanya menjadi dokumen bersejarah tanpa ada realisasinya.

“Untuk itu beliau berpesan agar penandatangan MoU pada hari ini menjadi landasan legal bagi pelaksanaan kerjasama nyata yang akan segera diimplementasikan setelah peristiwa pada hari ini”, tegasnya.

Menutup sambutannya Duta Besar Herman Prayitno mengharapkan agar jalinan kerjasama antara UKM sebagai universiti di Malaysia yang memiliki Misi “Memartabatkan Bahasa Melayu” dan sebagai “Guardian of Nation” dengan 35 perguruan tinggi di Indonesia yang melakukan penandatanganan naskah kerjasama pada hari ini, kiranya dapat dimulai kegiatan kajian dan upaya nyata dalam menjadikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Resmi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Duta Besar mengajak untuk memulainya dengan menginisasi pembentukan Jendela Indonesia (Indonesian Window) di UKM yang melakukan kajian budaya dan Bahasa Indonesia, begitu pula sebaliknya pada universitas di Indonesia. [AP] administratorKegiatan Atase PendidikanKerjasama Pendidikan

Bangi, Selangor - Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan acara penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan 35 perguruan tinggi Indonesia di Dewan Tun Salleh, Kampus UKM Bangi, Rabu (26/10/2016) pagi. Penandatanganan naskah kerjasama tersebut mencakup beberapa aspek kegiatan, yaitu: penelitian bersama dan penerbitan makalah untuk dipublikasikan di jurnal internasional; pertukaran dosen dan...