Jamuan makan malam Majlis Profesor Negara [MPN] Malaysia kepada rombongan dari Asosiasi Profesor Indonesia (API) bersama Atdikbud di Saloma Restaurant Kuala Lumpur. [03/11/16].(Dok Atdikbud KL).

Jamuan makan malam Majlis Profesor Negara [MPN] Malaysia kepada rombongan dari Asosiasi Profesor Indonesia (API) bersama Atdikbud di Saloma Restaurant Kuala Lumpur. [03/11/16].(Dok Atdikbud KL).

Kuala Lumpur – Indonesia dan Malaysia memperkuat bidang riset dan teknologi melalui Ikatan profesor Indonesia dan Malaysia (IPIMA). “Ikatan ini dibentuk dibentuk sebagai wadah kerjasama akademisi dua negara oleh Asosiasi Profesor Idonesia (API) dan Majlis Profesor Negara (MPN) Malaysia,” jelas Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur di Subang Airport sebelum berangkat ke Batam,  Senin (7/11/2016).

Prof. Ari Purbayanto menambahkan, forum pertama IPIMA yang sekaligus menjadi deklarasi kerjasama API dan MPN diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar (DGB) IPB bersama API di IPB International Convention Center Bogor pada 18-20 November 2013 silam. “Pada kesempatan terpisah, forum ini membahas isu-isu dan permasalahan pertanian dan ketahanan pangan serta bidang terkait lainnya,” ungkap Prof. Ari Purbayanto yang juga selaku Sekretaris Bidang Pendidikan Riset dan Teknologi API.

“Selaku Atase Pendidikan, kami mendukung penuh kegiatan ini karena kami melihat peluang yang baik dalam memperkuat hubungan akademisi kedua Negara,” tegasnya.

Forum IPIMA yang kedua dengan bidang bahasan sosial dan ketenagakerjaan, serta tindaklanjut resolusi IPIMA pertama (Klaster Pertanian) gagal diselenggarakan oleh MPN pada tahun 2015 maupun 2016. Kegalalan Forum IPIMA kedua tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan kendurnya semangat para akademisi Indonesia khususnya klaster sosial-budaya untuk melanjutkan program IPIMA. MPN menyadari ketidaksiapannya untuk menyelenggarakan forum IPIMA kedua dalam seminar yang besar dan mengusulkan diskusi terbatas (roundtable discussion), namun tidak dapat disepakati oleh API.

Awal November 2016 yang lalu, Tim API yang dipimpin oleh Wakil Ketua, Prof. Fasli Jalal dan 4 orang profesor dari klaster pertanian Dewan Guru Besar (DGB) IPB, berkunjung ke Kuala Lumpur untuk melakukan pertemuan dengan MPN dalam rangka tindaklanjut dan merajut kembali kerjasama IPIMA.

Tim klaster pertanian yang hadir, yaitu Prof. Yusram Massijaya, Prof. Evy Damayanthi, Prof. Fachriyan Pasaribu dan Prof. Tineke Mandang. Para profesor API dan DGB IPB diterima Dubes Herman Prayitno di ruang kerjanya.

Duta Besar menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena API karena telah menjalin kerjasama yang baik dengan MPN dan sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia melalui people to people contact.

Menurut Duta Besar, cukup banyak permasalahan bilateral yang belum dapat diselesaikan, diantaranya garis batas maritim, pekerja migran Indonesia dan persoalan bahasa dan budaya. “Peran para akademisi sangat dinantikan untuk memberikan sumbangan pemikiran melalui second track diplomacy,” ungkap Herman Prayitno. [AP] administratorKegiatan Atase PendidikanAri Purbayanto,Atdikbud,Herman Prayitno,IPB,IPIMA

Kuala Lumpur – Indonesia dan Malaysia memperkuat bidang riset dan teknologi melalui Ikatan profesor Indonesia dan Malaysia (IPIMA). “Ikatan ini dibentuk dibentuk sebagai wadah kerjasama akademisi dua negara oleh Asosiasi Profesor Idonesia (API) dan Majlis Profesor Negara (MPN) Malaysia,” jelas Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., Atase Pendidikan dan...