dubes-ut-speechKuala Lumpur, Minggu 13 November 2016 Duta Besar KBRI KL Herman Prayitno Meminta kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk berupaya meningkatkan taraf hidup setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Terbuka. Hal tersebut disampaikan Duta Besar ketika menghadiri kirab wisuda Universitas Terbuka (UT) Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Batam Pokja Johor Bahru, Singapura dan Kuala Lumpur di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.

“ Sebagai pahlawan devisa di Malaysia, sudah seharusnya para TKI memiliki kehidupan yang lebih baik, diharapkan dengan menyelesaikan sarjana ini, TKI memiliki banyak pilihan yang lebih baik lagi untuk meningkatkan taraf hidup dan kapasitas diri mereka,” ungkap Dubes.

Hal senada juga disampaikan Atdikbud Prof Ari Purbayanto yang turut hadir dalam kirab wisuda UT, menurutnya dengan ijasah yang telah diterima, para TKI telah mendapatkan legal formal yang menjadi tanda selesainya jenjang akademis sebagai mahasiswa UT di Malaysia. Dan selaku Atdikbud di Malaysia, tentunya sangat menyadari bertumbuh kembangnya UT di Malaysia tidak terlepas dari kepedulian Dubes untuk menghadirkan Negara bagi diaspora Indonesia di Malaysia khususnya para TKI dengan mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi.

“ Momentum wisuda ini juga sekaligus mejadi hadiah yang tak terikira bagi Dubes dan juga sebagai pelaksana fungsi pendidikan di luar negeri. Pemerintah melalui UT dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia khususnya TKI. layak menjadi seorang sarjana,” ungkap Atdikbud.

Sementara itu Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D Rektor Universitas Terbuka yang secara resmi melaksanakan prosesi wisuda menjelaskan, sejak berdirinya Universitas Terbuka 2012 lalu di Kuala Lumpur, hingga saat ini pertumbuhan jumlah mahasiswa yang sebagian besar adalah TKI telah mencapai 796 pelajar, dan jumlah ini merupakan jumlah  terbanyak dari 28 perwakilan UT di luar negeri.

Tema pelaksanaan prosesi wisuda kali ini adalah ” 4 Windu Membangun Negeriku”, selama 32 Tahun usia UT capaian tertinggi UT adalah memberikan akses pendidikan tinggi pada seluruh masyarakat Indonesia di luar negeri.

“ Diaspora Indonesia telah merasakan kehadiran Negara dengan diberikannya kesempatan kepada TKI untuk dapat menerima akses pendidikan tinggi sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang bahwa pendidikan adalah hak warga negara, “ ungkap Rektor.

Saat ini jumlah warga Negara usia pendidikan tinggi mencapai 20 juta jiwa, dan yang mendapatkan kesempatan pendidikan tinggi tersebut hanya sebanyak 6,5 juta jiwa saja. Rektor Tian Belawati perpesan, dengan  era MEA saat ini, diharapkan agar para TKI dapat memilih karir yang lebih baik dengan keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi ini.

“ Pilihlah karir yg lebih baik, berupayalah dengan sarjana yang telah diperoleh untuk dapat meningkatkan kapasitas diri ke jenjang yg lebih tinggi dengan kelulusan yang diperoleh,”
Hingga saat ini jumlah mahasiswa UT yang tercapai di seluruh pokja mencapai 1,5 juta orang, dan 228 orang diantaranya berasal dari Kuala Lumpur. Dalam prosesi wisuda hari ini 27 orang wisudawan hari ini berasal dari Pokja Singapura, Johor Bahru dan Kuala Lumpur. 3 orang diantaranya yang berhasil memperoleh prestasi tertinggi diantaranya, Astrid eliza Ut Kuala Lumpur, Ruliani UT Singapura dan Wiwin winarti Pokja Johor Bahru. (DA)

administratorKegiatan Atase PendidikanUT Pokjar Kuala Lumpur
Kuala Lumpur, Minggu 13 November 2016 Duta Besar KBRI KL Herman Prayitno Meminta kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk berupaya meningkatkan taraf hidup setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Terbuka. Hal tersebut disampaikan Duta Besar ketika menghadiri kirab wisuda Universitas Terbuka (UT) Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Batam...