Bukittinggi, Sumatera Barat: Kedutaan Besar Republik Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bidang pendidikan dan kebudayaan dengan pemerintah daerah Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke kota Bukittinggi, pekan lalu.

Sejumlah home staff KBRI Kuala Lumpur turut hadir memenuhi undangan Pemerintah Kota yang pada zaman kolonial Belanda disebut sebagai Varijs van Sumatra ini adalah Koordinator Fungsi Pensosbud, Trigustono Supriyanto yang mewakili Duta Besar LBBP RI, Atase Tenaga Kerja, Mustafa Kamal dan Atase Perdagangan, Fajarini Punto Dewi.

Rombongan KBRI Kuala Lumpur diterima oleh Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmantias, SH., dan beberapa pejabat tinggi daerah di Benteng Fort de Kock dalam sebuah jamuan Gala Dinner. Turut dimeriahkan dengan persembahan kebudayaan dan kesenian khas Sumatera Barat seperti Tari Pasembahan dan Tari Piring serta lagu-lagu khas Minangkabau,

Kedua pihak sepakat memfasilitasi kerjasama bidang pendidikan melalui pertukaran pelajar, sister city, pariwisata dan juga perdagangan khususnya antara pemerintah kota Bukittinggi dan Negeri Sembilan yang memang telah terjalin sejak tahun 2009.

Lebih terperinci, Atase Pendidikan mengatakan bahwa tenaga pendidik sarjana S1 dari Bukit Tinggi mempunyai peluang bekerja di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengajar anak-anak Pekerja Migran Indonesia, yang tinggal dan bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Sarawak, dan Semenanjung, Malaysia.

Sebagai langkah awal, Atase Pendidikan akan merancang satu kesepakatan dengan pemerintah Kota Bukit Tinggi terkait dengan pendidikan dan kebudayaan bersama Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. “Kami akan segera menyusun draf MoU agar semuanya berjalan lancar,” tegas Prof. Ari Purbayanto lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Atase Pendidikan meminta agar Pemerintah Kota Bukittinggi memastikan kwalitas SDM pelajar yang akan dikirim ke Malaysia, khususnya memiliki kemampuan berbahasa Ingris yang baik.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi yang juga sempat bertemu dengan para delegasi KBRI Kuala Lumpur menjelaskan bahwa saat ini Bukittinggi memiliki 104 orang tenaga professional berlatar belakang pendidikan teknik, 101 akuntan, dan 244 praktisi medis, yang belum terserap. ”Seluruh SDM tersebut sangat berpotensi untuk bekerja di Malaysia,” lanjut Irwandi yang giat melakukan promosi potensi daerah yang sedang dipimpinnya. (PTW)

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Bukittinggi, Sumatera Barat: Kedutaan Besar Republik Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama bidang pendidikan dan kebudayaan dengan pemerintah daerah Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., saat melakukan kunjungan kerja ke kota Bukittinggi, pekan lalu. Sejumlah home staff KBRI...