Kuala Lumpur, atdikbudkl.org – Direktur Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan RI menambah tenaga pendidik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PBKM) Insan Malindo, Klang, Selangor, Malaysia. Pengiriman guru ke PKBM Klang tersebut merupakan respon positif Pemerintah RI terhadap masukan yang disampaikan oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc.

“Supaya kegiatan belajar di Klang memenuhi standar kurikulum Indonesia maka KBRI Kuala Lumpur telah memberikan bantuan buku-buku pelajaran dan juga tenaga pengajar yang penggajiannya dari mata anggaran atau DIPA Atdikbud KBRI Kuala Lumpur. Apabila masih dilihat perlu tenaga pendidik, maka Atdikbud akan segera mengajukan usulan penambahan guru untuk dikirim ke Malaysia,” jelas Prof Ari Purbayanto saat dihubungi via telepon selulernya di sela-sela kegiatannya mengikuti acara 1st Meeting of CTI-CFF University Partnership di Manado, Rabu (1/3/2017) pagi.

Sekolah Indonesia di Klang didirikan oleh kerabat diraja Selangor, Ungku Raja Kamaruddin bagi anak-anak warga Indonesia yang tidak memiliki dokumen/izin tinggal (ilegal) sehingga mereka tidak mendapat kesempatan belajar di sekolah milik Pemerintah Malaysia.

“Pusat Kegiatan Belajar di Klang tidak bisa dibuat secara resmi karena siswa-siswanya ilegal. Lagipun, peraturan keimigrasian di wilayah Semenanjung Malaysia secara tegas tidak membenarkan pekerja asing non profesional untuk membawa keluarganya ke Malaysia,” tegas Prof Ari Purbayanto lagi.

Pada awal pendirian PKBM Klang, KBRI Kuala Lumpur menempatkan satu orang guru dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Pak Fauzi yang diperbantukan mengajar di Klang. Karena dipandang perlu tambahan tenaga pengajar, KBRI kemudian memenuhi permintaan guru tersebut dengan mengangkat Ibu Wardaninengsih (istri Pak Fauzi) dijadikan tenaga pengajar di PKBM Klang yang honornya dibayarkan dari anggaran Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur. Selain tenaga guru yang direkrut oleh KBRI, Pemerintah melalui Dirjen Guru dan tenaga Kependidikan telah mengirimkan 2 orang guru profesional dari Jakarta.

Pada tahun 2016, Pemerintah RI mengirim belasan guru program GTK (Guru dan tenaga Kependidikan) ke Malaysia yang ditempatkan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Sekolah Indonesia Johor Bahru dan sekolah di Klang yang kedua sekolah tersebut berinduk kepada SIKL supaya bisa mengikuti ujian persamaan (Paket A, B, dan C).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan menambahkan, Pemerintah RI dalam hal ini KBRI Kuala Lumpur senantiasa mengakomodir segala keperluan PKBM Klang karena tanpa campur tangan Pemerintah Indonesia, mustahil kegiatan pendidikan di Klang bisa berjalan dengan baik. “Mereka bisa saja membuka tempat belajar tetapi kalau tidak bisa mengikuti ujian kesetaraan sebagaimana yang diselenggarakan oleh KBRI Kuala Lumpur, maka akan menjadi sia-sia,” katanya.

Selama ini, Atase Pendidikan memberikan kesempatan kepada siswa-siswa KLS VI SD di PKBM Klang untuk mengikuti ujian Paket A (Ula) dan Paket B (Wustha). Rata-rata mereka yang sudah mendapat ijazah paket A, kembali ke Indonesia untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Berdasarkan data Koordinator Pendidikan Non-Formal KBRI Kuala Lumpur, siswa yang mengikuti ujian kesetaraan pada tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 6 siswa. Untuk tahun 2015/2016 terdapat 5 siswa. Adapun tahun 2016/2017 pesertanya terdiri dari dua jenjang yakni Paket A 7 siswa dan Paket B sebanyak 8 siswa.

Atase Pendidikan dalam satu kesempatan menyatakan komitmennya untuk membantu PKBM Klang selama tidak melanggar aturan negara setempat.

Terbaru, KBRI Kuala Lumpur yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah RI, menyalurkan bantuan kendaraan operasional bagi para Koordinator Pelaksana (KP) Community Learning Center (CLC) di Sabah dan Sarawak serta Koordinator Pendidikan Non Formal (PNF) di Semenanjung Malaysia yang di dalamnya termasuk PKBM Klang. (THS)

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Kuala Lumpur, atdikbudkl.org – Direktur Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan RI menambah tenaga pendidik di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PBKM) Insan Malindo, Klang, Selangor, Malaysia. Pengiriman guru ke PKBM Klang tersebut merupakan respon positif Pemerintah RI terhadap masukan yang disampaikan oleh Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur,...