Berita foto: Bedah Buku Dua Tahun Bersama Dubes Herman Prayitno: Mencerdaskan anak bangsa di negeri Jiran. Di Universitas Trilogi Jakarta, dimoderatori Rektor Prof.Dr. Asep Saefuddin. Hadir sebanyak 200 orang mahasiswa, para dosen dan pimpinan universitas, juga Rektor UT Prof.Ir. Tian Belawati.(Dok. Atdikbud KBRI KL)

Jakarta-Atdikbudkl: Rektor Universitas Trilogi, Jakarta, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc merespon baik program pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Pekan lalu, mantan Wakil Rektor IPB kelahiran Garut ini memimpin langsung acara bedah buku “Dua Tahun Bersama Dubes Herman Prayitno: Mencerdaskan Anak Bangsa di Negeri Jiran,” yang diadakan di kampusnya.

“Acaranya berlangsung dengan baik, para peserta yang merupakan mahasiswa Trilogi proaktif menggali informasi seputar pelayanan pendidikan anak Indonesia di Malaysia. Lebih seru lagi ketika banyak mahasiswa yang ingin tahu tentang masalah klaim budaya Indonesia di negeri jiran,” jelas Prof. Ari Purbayanto, penulis buku Dua Tahun Bersama Dubes Herman Prayitno dalam  surat elektroniknya, Minggu (26/3/2017).

Hadir pada kesempatan tersebut Duta Besar Herman Prayitno, Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ir. Tian Belawati, M.Sc, para dosen dan ratusan mahasiswa yang memenuhi Auditorum Universitas Trilogi.

Dalam kesempatan presentasi, Atase Pendidikan Prof. Ari Purbayanto menjelaskan bahwa kecerdasan dan ketekunan menjadi satu paket yang akan mengantarkan seseorang  meraih prestasi akademik maupun non akademik.

Disampaikan juga bahwa terdapat sekitar 50 ribu jiwa anak Indonesia yang berhak mendapat pendidikan di Malaysia. Mereka tersebut tinggal di kebun-kebun kelapa sawit khususnya di daerah Sabah dan Sarawak. “Dalam hal ini, KBRI Kuala Lumpur melalui jalur diplomatik terus berupaya memberikan layanan pendidikan guna memastikan anak Indonesia dapat merasakan hadirnya negara meskipun berada jauh dari tanah air,” jelas Prof Ari.

Sementara itu, Duta Besar Herman Prayitno menyampaikan apresiasi atas kinerja Atase Pendidikan karena giat meakukan promosi budaya Indonesia serta konsekuen memperjungkan pendidikan anak Indonesia di pedalaman Sabah dan Sarawak. “Karena itulah Pemerintah mendukung program Atdikbud dengan memberikan penambahan dana anggaran layanan pendidikan dari 4 Milyar tahun 2015 menjadi 22 Milyar pada tahun 2017,” ungkap mantan KSAU-RI ini.

Menurut Herman Prayitno lagi, satu hal yang menjadi kendala dalam memperjuangkan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia adalah banyak yang tidak memiliki dokumen (illegal). “Walaupun demikian, Atdikbud tetap berupaya memberikan hak dan pelayanan pendidikan yang sama dengan yang legal. “Inilah yang sangat mengagumkan dari Atdikbud,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan doorproze berupa buku yang sedang dibedah dengan tujuan para peserta dapat lebih dalam menggali informasi yang ada dalam buku tersebut. (AP)

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Jakarta-Atdikbudkl: Rektor Universitas Trilogi, Jakarta, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc merespon baik program pendidikan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Pekan lalu, mantan Wakil Rektor IPB kelahiran Garut ini memimpin langsung acara bedah buku “Dua Tahun Bersama Dubes Herman Prayitno: Mencerdaskan Anak Bangsa di Negeri Jiran,” yang diadakan di kampusnya. “Acaranya berlangsung dengan baik, para...