Rabu, 19 April 2017, Tawau-Atdikbud.org: Sebanyak 60 orang guru lokal Sabah mengikuti lokakarya di Tawau yang diselenggarakan oleh KRI Tawau. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Mengajar Menyenangkan & Kreatif di Kelas Rangkap”. Demikian disampaikan Prof Ari Purbayanto Atdikbud KBRI Kuala Lumpur di Hotel Emas, Tawau Sabah melalui pesan WA.

Dalam sambutannya Atdikbud menghimbau peserta lokakarya dapat menjadikan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan sehingga komitmen guru-guru lokal untuk mencerdaskan anak bangsa dapat diperkuat lagi.  Lebih lanjut Atdikbud juga membahas empat kompetensi yang harus dimiliki guru, diantaranya pedagogik dengan memahami karakter murid, kepribadian yang menjadi contoh bagi murid-muridnya, kompetensi sosial guna memahami masalah-masalah pada murid dan kompetensi profesional.

”Lokakarya yang digelar KRI Tawau bekerjasama dengan Ditjen GTK Kemdikbud bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru, selain guru lokal WNI juga ada guru dari warga negara Malaysia yang mengajar di pusat-pusat kegiatan belajar masyarakat (CLC). Usaha guru dalam mencerdaskan siswanya akan menjadi pahala yang mengalir,” ungkap Atdikbud pagi ini.

Atdikbud sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik, berharap agar guru-guru tersebut akan meningkatkan keahlianya sehingga dapat menjadi guru profesional. Sebelumnya dua orang guru lokal Sarawak telah diangkat menjadi guru profesional yang akan ditugaskan oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud atas rekomendasi dari Atdikbud. Hendaknya prestasi ini memberikan motivasi kepada guru-guru lainnya.


Hal senada disampaikan Krishna Jaelani, Konsul RI Tawau yang mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan, pihaknya telah menjadikan pendidikan anak-anak Buruh Migran Indonesia (BMI) sebagai prioritas penting KRI Tawau, seperti yang telah ditegaskan dalam UUD 1945.

“Pendidikan adalah hak segala bangsa, usaha untuk mencerdaskan anak bangsa ini menjadi tugas bersama. Dukungan lokakarya guru ini perlu diapresiasi, memerlukan perjuangan untuk menanamkan nasionalisme untuk ribuan keturunan Indonesia yang lahir di Tawau,” ungkapnya.

Menurutnya saat ini terdapat 13.000 anak-anak BMI yang telah mendapatkan akses pendidikan di Tawau, ini merupakan prestasi yang baik. Untuk itu, Konsul RI Tawau berharap agar lokakarya ini dapat menjadi ajang peningkatan kualitas guru sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk peserta didik.

Sementara itu, Encik Abdul Wahab perwakilan dari Jabatan Pendidikan Negeri Sabah dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi semangat guru lokal dalam meningkatkan kualitas diri melalui lokakarya ini. Pihaknya berharap kedepannya sarana prasarana dapat ditingkatnya untuk kenyamanan proses belajar mengajar.

“Semangat guru untuk mengajar sangat tinggi, harusnya pihak Felda dapat meningkatkan sarana dan prasarana, sehingga menciptakan susanya belajar yang nyaman. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada proses belajar mengajar,”pungkasnya.

Siswa  CLC Bamus River ikut serta menyambut kehadiran tamu undangan dengan tarian tradisional.
Sejumlah tamu undangan lainnya seperti Konsul RI Tawau, perwakilan Ditjen GTK Kemdikbud, P.F. Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, Tawau dan Kuching, Kepala SIKK, Koordinator Penghubung CLC ikut hadir dalam kegiatan ini. Menurut rencana lokakarya ini akan berlangsung hingga 19-20 Aprill 2017 mendatang. Konsul RI Tawau Krishna Jaelani seusai menyampaikan sambutannya tadi malam selanjutnya membuka secara resmi kegiatan lokakarya ditandai dengan pemukulan gong. [ESW].

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Rabu, 19 April 2017, Tawau-Atdikbud.org: Sebanyak 60 orang guru lokal Sabah mengikuti lokakarya di Tawau yang diselenggarakan oleh KRI Tawau. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Mengajar Menyenangkan & Kreatif di Kelas Rangkap”. Demikian disampaikan Prof Ari Purbayanto Atdikbud KBRI Kuala Lumpur di Hotel Emas, Tawau Sabah melalui...