Rapat Tim Kecil Studi Kelayakan SIKL

Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Dalam rangka mempersiapkan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menjadi Sekolah Pemerintah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Prof.  Dr. Ari Purbayanto membentuk Tim Kecil Penyusunan Studi Kelayakan SIKL sepenuhnya menjadi sekolah milik pemerintah.

Surat Tugas No.0479/ST/PK/05/2017 diberikan kepada Marwata, Budi Siswanto, Taufiq Hasyim Salengke, Astri Rahayu, Inton Tyas Suprapto, Kuntoro Adijuanda, dan Maftuhin yang akan bertugas menyusun konsep studi kelayakan untuk Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.

Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur menyatakan sekarang ini SIKL masih berstatus sekolah swasta berbantuan dan sedang diproses supaya menjadi Sekolah Pemerintah. “Merubah status sekolah bertujuan supaya peran sekolah memberikan layanan pendidikan bisa dilakukan secara resmi berdasarkan tujuan pendidikan nasional Indonesia,” jelas Prof. Ari Purbayanto dalam pertemuan Rabu sore, 3 April 2017.

Tim ini kata Atdikbud lagi, harus menyusun semua hal terkait kebutuhan sekolah sepenuhnya akan beralih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat hingga masalah biaya pendidikan karena sekolah tidak boleh lagi memungut biaya.

Terkait bantuan masyarakat untuk membantu keberlangsungan sekolah, tidak menutup kemungkinan boleh menerima sumbangan dengan catatan dibuatkan garis panduan sesuai dengan ketentuan dan kebenaran pemerintah. (THS)

http://atdikbudkl.org/wp-content/uploads/2017/05/20170503_154856-1024x768.jpghttp://atdikbudkl.org/wp-content/uploads/2017/05/20170503_154856-300x300.jpgEditorKegiatan Atase PendidikanPendidikan FormalSekolah Indonesia di Malaysia
Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Dalam rangka mempersiapkan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menjadi Sekolah Pemerintah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Prof.  Dr. Ari Purbayanto membentuk Tim Kecil Penyusunan Studi Kelayakan SIKL sepenuhnya menjadi sekolah milik pemerintah. Surat Tugas No.0479/ST/PK/05/2017 diberikan kepada Marwata, Budi Siswanto, Taufiq Hasyim...