Kuching-atdikbudkl.org: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyerahkan 15 guru bina di bawah Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk bertugas di Community Learning Center (CLC) di Sarawak. Serah terima kontrak guru tersebut berlangsung di Kuching pada hari Jumát 5 Mei 2017 oleh ibu Nike Kusumahani selaku wakil dari Dirjen GTK Kemdikbud RI Jakarta kepada Konsul Jenderal RI Kuching Jahar Gultom yang disaksikan langsung oleh Wakil Duta Besar RI Andreano Erwin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ari Purbayanto.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Drs. H. Istiqlal, M.Pd., dan Koordinator Perhubung CLC Sarawak, Nasrullah Ali Fauzi. Sementara itu, dari pihak Malaysia hadir Wakil Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak Samuel Anak Harus, Wakil dari Bahagian Khidmat Expatriat Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak Pn. Nor Azizah Muhamad dan Wakil Polis Diraja Malaysia (PDRM) Sarawak.

Berdasarkan data yang ada, terdapat 16 CLC yang terdaftar secara resmi di Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak. Hal tersebut menjadi alasan keberhasilan KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kuching berhasil mendatangkan guru GTK ke Sarawak.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ari Purbayanto mengatakan bahwa perjuangan untuk menghadirkan guru CLC ke Sarawak cukup panjang dengan komunikasi yang baik dengan pihak Malaysia akhirnya berhasil mendapat pengakuan 16 CLC tersebut dari Jabatan Pendidikan Sarawak.

Prof. Ari Purbayanto mengakui kendala terberat yang dialami adalah bagaimana syrikat bersedia bekerjasama mendaftarkan CLC ke Jabatan Pendidikan Sarawak. “Semua guru akan ditempatkan di 16 CLC. Guru-guru tersebut adalah yang pernah menjadi guru CLC di Sabah. CLC Sarawak kedepan diharapkan dapat mengukir prestasi pendidikan dengan lebih baik,” harap Atdikbud.

Sementara itu, ibu Nike Kusumahani dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua guru tersebut telah memperoleh pembekalan dari Dirjen GTK Kemdikbud dan telah teruji kehandalannya mengajar di CLC Sabah. Namun demikian, jika ada guru yang dinilai melanggar peraturan, Atdikbud dan Konjen Kuching dapat mengambil tindakan.

Konsul Jenderal RI Kuching Jahar Gultom menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi pengakuan CLC di Sarawak. “Diperkirakan ada sekitar 3 ribu anak WNI yang memerlukan akses pendidikan. Para guru juga merupakan perpanjangan tangan KJRI untuk memberikan informasi positif tentang berbagai peraturan keimigrasian legal bagi WNI yang berada ditempat mereka mengajar.

Merespon itu semua, Wakil Duta Besar RI Andreano  Erwin mengatakan selain pelayanan dan perlindungan, Pelayanan pendidikan adalah tugas dasar dari perwakilan RI di wilayah akreditasi. Apresiasi disampaikan kepada semua pihak yang telah berjuang keras untuk memberikan pelayanan pendidikan. Para guru bina diharapkan harus mentaati peraturan yang ada di Malaysia, dan menjadi nama baik bangsa selama penugasan.

Di akhir acara, pembekalan turut diberikan oleh pihak Malaysia yaitu Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak dan Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak serta PDRM Sarawak. (ED)

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Kuching-atdikbudkl.org: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyerahkan 15 guru bina di bawah Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk bertugas di Community Learning Center (CLC) di Sarawak. Serah terima kontrak guru tersebut berlangsung di Kuching pada hari Jumát 5 Mei 2017 oleh ibu Nike Kusumahani selaku wakil dari Dirjen...