Kuching, 05 mei 2017:  Setelah berhasil mendaftarkan secara resmi 16 CLC di wilayah Sarawak, Malaysia, di Jabatan   Pendidikan Sarawak dan mendapatkan pengesahan dari Kementerian Pendidikan Malaysia, 15 Guru Bina dari Kemdikbud tahap pertama telah tiba di Sarawak 05 Mei 2017.  Acara serah terima guru bina  tersebut diadakan pada hari yang sama di Hotel Imperial Kuching, Sarawak, Malaysia. Hadir dalam acara tersebut, Kuasa Usaha ad interim KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin, Konjen RI Kuching Jahar Gultom, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto, turut hadir perwakilan dari Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak Semuel Anak Harun, wakil dari Bahagian Khidmat Expatriat Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak Nor Azizah,  wakil PDRM Sarawak, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Istiqlal, dan Koordinator Penghubung CLC  Sarawak Nasrullah.

Atdikbud dalam sambutannya menyampaikan; “sejak 2014, perjuangan untuk menghadirkan guru CLC di Sarawak cukup panjang, dan pengesahan pendaftaran CLC ke Jabatan Pendidikan Sarawak melalui komunikasi yang aktif dan intens. Apalagi regulasi pendidikan di Sarawak berbeda dengan Sabah. Masalah terberat yang dialami adalah bagaimana syarikat perladangan mau mendaftarkan CLC ke Jabatan Pendidikan Sarawak. Setelah proses panjang 2 tahun, akhirnya 16 CLC telah terdaftar resmi dan mendapatkan pengesahan dari Penerintah Malaysia.  Akhirnya pada awal Mei 2017 15 (lima belas) dari 32 orang guru tahap perrama yang dibutuhkan untuk mengajar di 16 CLC Sarawak dapat dikirim  oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan  Kemdikbud RI.  Guru-guru teesebut tersebut adalah guru berpengalaman dan berkinerja bagus karena sebelumnya pernah menjadi guru CLC di sabah. Murid-murid CLC Sarawak diharapkan dapat mengukir prestasi pendidikan di masa yang akan datang melalui pengajaran oleh guru-guru terbaik ini.

Sambutan dari perwakilan Ditjen GTK Kemdikbud Nike Kusumahani, menjelaskan bahwa: “15 guru inu telah memperoleh pembekalan dari Ditjen GTK  Kemdikbud.  Guru-guru tersebut telah teruji kehandalannya mengajar di CLC di Sabah, namun jika ada guru yang dinilai melanggar peraturan, Atdikbud dan Konjen RI  Kuching dapat mengambil  tindakan tegas.

Sambutan Konjen RI  Kuching Jahar Gultom  mengapresiasi kepada  semua pihak yang telah memberikan bantuan bagi pengesahan pendaftaran 16 CLC di Sarawak. Diperkirakan ada sekitar 3000 anak-anak WNI yang memerlukan akses pendidikan. Dari 16 CLC  yang telah terdaftar akan terus ditingkatkan.

Diharapkan guru-guru  bina dari Kemdikbud dapat terus diperbantukan. Karena saat ini para guru lokal di CLC masih mengajar hanya dengan semangat bukan dengan ilmu kependidikan guru yang profesional. Diperlukan sinergi kerjasama yang baik antara guru bina Kemdikbud dengan guru lokal yang telah menjadi perintis di CLC Sarawak. Para guru juga merupakan perpanjangan tangan dari KJRI untuk memberikan informasi positif tentang berbagai peraturan keimigrasian bagi WNI yang berada di lokasi mereka mengajar. Beberapa upaya juga telah dilakukan bagi keberlanjutan pendidikan anak-anak di CLC yang saat ini hanya tingkat SD untuk melanjutkan pendidikan ke SMP di wilayah perbatasan Entikong Indonesia.”

Kuasa Usaha ad interim KBRI Kuala Lumpur menyampaikan bahwa
“Selain perlindungan, pelayanan WNI dan juga  pelayanan pendidikan adalah tugas pokok  perwakilan RI di wilayah akreditasi Malaysia. Apresiasi disampaikan kepada semua pihak yang telah berjuang keras untuk memberikan pelayanan pendidikan. Para guru bina diharapkan harus menaati peraturan yang ada di Malaysia, dan menjaga nama baik  bangsa selama penugasan”

Setelah selesai serah terima guru bina dengan penandatanganan berita acara serah terima antara Kemdikbud yang diwakili oleh Kasubdit Pendidikan Khusus, Pendidikan Layanan Khusus dsn SILN dan Konjen RI Kuching disaksikan oleh KUAI dan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur,  dilanjutkan dengan arahan dari pihak
Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak, Jabatan Imigresen Malaysia Sarawak dan PDRM Sarawak.

Pada tanggal 06 Mei 2017 pagi para guru yang didampingi oleh Tim Kemdikbud, P.F. Pensosbud KJRI Kuching dan Koordinator Penghubung CLC Sarawak menuju lokasi penempatan masing-masing di CLC yang tersebar di Miri dan Bintulu. Pada kesempatan ini KUAI Andreano Erwin dan Atdikbud Ari Purbayanto ikut serta mengantarkan penempatan guru di CLC Ladang Tiga dan CLC Telabit, Miri. [AP].

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Kuching, 05 mei 2017:  Setelah berhasil mendaftarkan secara resmi 16 CLC di wilayah Sarawak, Malaysia, di Jabatan   Pendidikan Sarawak dan mendapatkan pengesahan dari Kementerian Pendidikan Malaysia, 15 Guru Bina dari Kemdikbud tahap pertama telah tiba di Sarawak 05 Mei 2017.  Acara serah terima guru bina  tersebut diadakan pada hari...