Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Atdikbud KBRI Kuala Lumpur meriahkan
“Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta” (ISBBF) 18- 21 Mei 2017 di Pavilion, Bukit Bintang, Kuala Lumpur.

Tema Explore Exotic Indonesia, ISBBF 2017 menampilkan rumah adat tradisional Sasak Nusa Tenggara Barat, kapal pinisi dan alat musik tradisional Kulintang.

Selaku Atdikbud, Prof Ari Purbayanto menjelaskan ISBBF 2017 sudah menjadi program kerja tahunan. Event ini menjadi salah satu kesempatan untuk melakukan promosi pendidikan dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat luas di Malaysia. Untuk 2017, Atdikbud mendapat dukungan dari Rumah Budaya Indonesia (RBI). Selain itu Atdikbud juga memberikan berbagai informasi terkait perguruan tinggi di Indonesia.

“Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang kaya dengan nilai budaya. Dalam pameran ini kami mengisi booth rumah adat Sasak Nusa Tenggara Barat dengan display meja dan kursi Betawi, Hiasan Janur, Bunting mengenai informasi pendidikan dan Dharma Siswa serta brosur-brosur mengenai universitas serta pariwisata,” jelas Atdikbud usai kegiatan ISBBF berlangsung.

Pengunjung ramai mengunjungi booth Atdikbud untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan kuliah kedokteran dan farmasi. Beberapa pengunjung juga tertarik dengan informasi Dharma Siswa dan juga informasi pariwisata Indonesia.

“Destinasi wisata yang banyak dilirik pengunjung diantaranya adalah Bali dan Lombok,” pungkas Atdikbud lebih lanjut.

Selama pameran berlangsung, sejumah tarian tradisional Indonesia ikut serta ditampilkan oleh guru dan pelajar Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan juga Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia.

“Tarian yang ditampilkan diantaranya adalah Tari Tor Tor, Tari Betawi, Tari Bajidor, Tari Saman, Tari Piring serta permainan musik tradisional serta penampilan Band,” tambah Atdikbud.

Sementara itu Andreono Erwin Sebagai Kuasa Usaha Ad Interim menjelaskan, ISBBF merupakan event festival tahunan yang diadakan di area Bukit Bintang. Indonesia sudah kali kedua mendapat kesempatan dalam kegiatan ini. Malaysia merupakan market utama kedua terbesar setelah Singapura. Selain itu juga sebagai sesama negara ASEAN yang secara geografis letaknya berdampingan dan serumpun sehingga event ini sangat berpeluang untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia.

“Diaharapkan pameran ini dapat mendukung “ASEAN as a Single Destination”, tahun ini Pemerintah melalui Kementrian Pariwisata Bersama KBRI Kuala Lumpur ikut serta meramaikan pameran ini,” ungkap Andreono.

Pameran ISBBF 2017 melakukan berkolaborasi dengan event Experience Remarkable Indonesia (ERI) dengan menampilkan 17 jenis produk, diantara perusahaan yang terlibat adalah Sari Sihat (M) Sdn Bhd, Mega Uni Pro Sdn Bhd, The Warna Collection, Fifi Collection, Glam Bag, Little Bandung, Kara Marketing (M) Sdn Bhd, Permata Bunda, Galeri Songket Warna Alam, Cemara Ayu Sdn Bhd, Busana Timoer, IndDHe Bags, CV Arika, IPEMI Malaysia, Beda, Deka Adiguna dan Apip’s Batik, dengan produk unggulan seperti perhiasan mutiara, tas kulit tenun, produk alas kaki, fashion, produk kosmetika dan spa, herbal, dan F&B.

“Tidak hanya mempromosikan destinasi wisata Indonesia, pada ISBBF tahun ini, kami juga berupaya mempromosikan produk unggulan yang berpotensi ekspor guna mendukung peningkatan ekspor non migas Indonesia ke Malaysia” pungkas Andreano Erwin optimis.

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
  Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Atdikbud KBRI Kuala Lumpur meriahkan 'Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta' (ISBBF) 18- 21 Mei 2017 di Pavilion, Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Tema Explore Exotic Indonesia, ISBBF 2017 menampilkan rumah adat tradisional Sasak Nusa Tenggara Barat, kapal pinisi dan alat musik tradisional Kulintang. Selaku Atdikbud, Prof Ari Purbayanto menjelaskan ISBBF 2017...