Bandung: Atdikbudkl.org-Sabtu 3 Juni 2017, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ari Purbayanto, menyampaikan orasi ilmiah dalam acara wisuda Universitas Widyatama Bandung. Dalam orasi ilmiah berjudul “Tantangan Pendidikan Indonesia Menyongsong Era 2030”, Atdikbud menghimbau agar lulusan perguruan tinggi mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dilintas negara.

“Tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa dan perguruan tinggi hari ini adalah masih rendahnya kualitas SDM lulusan sarjana. Situasi ini mengakibatkan rendahnya peluang mereka untuk bersaing di pasar global, khususnya ASEAN,” ungkapnya.
Prof. Ari menekankan pentingnya mencetak mahasiswa yang mempunyai pengetahuan dan skill tinggi, agar dapat bekerja sebagai ekspatriat profesional di luar negeri. Saat ini SDM Indonesia di luar negeri banyak bekerja sebagai buruh, sehingga diharapkan hasil lulusan perguruan tinggi Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah tenaga ahli yang profesional.
“Sarjana kita belum banyak yang minat untuk berwirausaha khususnya berbasis teknologi (technopreneur) selain itu lulusan bersertifikat kompetensi juga masih rendah kualitasnya, termasuk lulusan sarjana pendidikan,” lanjut Atdikbud.
Dijelaskan Atdikbud, transformasi pendidikan menuju Indonesia 2030 adalah konsep pendekatan pedagogi baru (deep learning) yaitu pembelajaran kolaboratif antara siswa dan guru untuk menghasilkan pembelajaran yg menadalam yang ditunjang dengan akses digital (Fullan and Langworty 2014).
Selama penyampaian orasi, terlihat antusias wisudawan mendengarkan dan menyimak paparan yang disampaikan Atdikbud. Sebelum menutup paparannya Atdikbud menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, perguruan tinggi harus menyiapkan SDM yang unggul menghadapi 2030 guna mempersiapkan Indonesia menjadi negara maju di Asia.
Selanjutnya Atdikbud berpesan, banyak mutiara bangsa yang mampu bersaing dan sukses di manca negara, Pemerintah perlu memanggil mereka untuk ikut berkontribusi membangun Indonesia. Terakhir, Atdikbud meminta agar perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang mampu bersaing secara global, melalui peningkatan kemampuan bahasa Inggris, perbaiki mental dan etos kerja, kreatif, dan bangun percaya diri untuk dapat bersaing ditingkat internasional.
Dr.Islahuzzaman,SE.MSi.AK.AC, Rektor Universitas Widayatama menjelaskan, dalam wisuda ini pihak kampus melepas sebanyak 90 orang Magister, 16 orang lulusan pendidikan profesi, 582 orang Sarjana, dan 30 orang ahli madya yang dihasilkan dari 14 program studi.
“Total Mahasiswa yg di wisuda sebanyak. 718 orang. Sejak didirikan sampai saat ini Widyatama telah menghasilakan lulusan sebanyak 19.671 orang. Lulusan telah tersebar di seluruh daerah bahkan juga manca negara,” ungkap Rektor.
Lebih lanjut Rektor menekankan agar para wisudawan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi yang lain, demikian juga dengan sesama alumni untuk memasuki pasar kerja di era MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) saat ini.
Wisuda gelombang II-tahun akademik 2016/2017 yang digelar selama 2 hari tgl 3-4 Juni 2017 juga dihadiri staf pengajar dan sejumlah tamu undangan lainnya seperti Ketua Badan Pembina Yayasan, Sri Juniati, SE, MBA, dan Direktur Pasca Sarjana yang juga komisioner KPI Prof.Dr.H.Obstar Sinaga, M.Si.
Perwakilan Koordinator Kopertis IV yang membacakan Ketua Kopertis IV Prof.Dr. Herman Suherman MPd. Dalam sambutannya disampaikan pesan pentingnya para wisudawan untuk menjaga nama baik kampus dan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk berkonstribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. [EF].

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Bandung: Atdikbudkl.org-Sabtu 3 Juni 2017, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ari Purbayanto, menyampaikan orasi ilmiah dalam acara wisuda Universitas Widyatama Bandung. Dalam orasi ilmiah berjudul “Tantangan Pendidikan Indonesia Menyongsong Era 2030”, Atdikbud menghimbau agar lulusan perguruan tinggi mempersiapkan diri untuk dapat bersaing dilintas negara. “Tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa...