Atdikbud Prof. Dr. Ari Purbayanto bersama salah seorang tim BAN-SM sedang meninjau stand Tim-KS2O di acara “Parade Anak Bangsa” yang merupakan rangkaian proses akreditasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Senin (28/8/2017) pagi.

Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) yang akan berlangsung di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah pada September depan, siap untuk diselenggarakan. Hal tersebut disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Drs. H. Istiqlal, M.Pd., dalam rapat koordinasi KS2O di ruang kerja Atdikbud, Senin (28/8/2017) pagi.

Pada tahun ini, kompetisi akan diikuti oleh siswa dari semua jenjang pendidikan yang ada di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) se-Malaysia dan ditambah dengan peserta undangan dari Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Sekolah Indonesia Singapura (SIS), dan Sekolah Indonesia Davao City (SID) Filiphina.

Sesuai rencana, KS2O tahun 2017 ini, akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., bersama Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana. Untuk penjurian, telah diundang professional dari Indonesia sesuai bidang masing-masing, baik yang berdomisili di tanah air, Kuala Lumpur dan juga di Negeri Sabah.

Dalam rapat tersebut, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, H. Istiqlal, M.Pd., selaku ketua panitia penyelenggara KS2O 2017 menyampaikan bahwa secara umum, hajat tersebut sudah siap untuk diselenggarakan. “Hanya saja ada beberapa hal yang akan dibahas terkait petugas dan tamu VIP seperti rombongan Menteri dan dewan juri serta hal penting lainnya yang perlu dikoordinasikan bersama Atdikbud dan juga SIKL,” jelas H Istiqlal.

Erespon hal tersebut, Atdikbud KBRI Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Pd., mengingatkan  panitia penyelenggara supaya lebih berhati-hati dengan administrasi para tamu undangan supaya melengkapkan semua. “Semua bentuk pembayaran harus lengkap dengan bukti pengeluaran,” tegasnya.

“Untuk tamu yang tergolong mitra, diserahkan kepada sekolah penyelenggara, Karena SIKK-lah yang lebih tahu pihak mana saja yang selama ini memiliki kontribusi terhadap jalannya kegiatan di SIKK,” jelas Atdikbud.

Dari data peserta yang diterima oleh panitia, Sekolah Indonesia Kula Lumpur (SIKL) akan mengikrim 27 peserta yang terdiri dari 5 orang peserta jenjang SD, 9 siswa jenjang SMP, dan 11 siswa jenjang SMA serta 2 orang guru.

Untuk peserta tuan rumah (SIKK), juga akan menurunkan full team berjumlah 27 orang peserta dengan formasi 5 siswa SD, 9 siswa SMP, dan 11 siswa jenjang SMA serta 2 orang guru pendamping.

Sementara itu, tuan rumah KS2 tahun 2016, Sekolah Indonesia Johor Bahru akan mengirimkan 10 peserta dengan perincian 4 siswa jenjang SD dan 6 siswa jenjang SMP serta 2 orang guru pendamping.

Adapun siswa Indonesia dari CLC A dan B Kota Kinabalu masing-masing akan mengirim 14 peserta dan 2 pendamping. Khusus CLC Sarawak akan mengirim 5 orang peserta dan 2 pendamping.

Untuk peserta dari Sekolah Indonesia Singapura (SIS) akan mengirim 10 peserta jenjang SMA dan 2 guru pendamping. Sekolah Indonesia Bangkok hanya mengirim 2 siswa jenjang SMP dan 1 pendamping sementara dari Sekolah Indonesia Davao City akan mengutus hanya 3 siswa SMP dan 2 pendamping.

Atdikbud menghimbau agar panitia dari SIKK benar-benar memperhatikan masalah protokoler karena banyak tamu penting negara yang akan hadir. (THS)

Taufiq SalengkeKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di MalaysiaSekolah Indonesia di Malaysia
Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) yang akan berlangsung di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah pada September depan, siap untuk diselenggarakan. Hal tersebut disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dan Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Drs. H. Istiqlal, M.Pd.,...