Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Duta Besar LBBP RI untuk Malaysia Rusdi Kirana menerima Tim Kesenian SIKL “Gebyar Nusantara” di ruang rapat Diponegoro KBRI Kuala Lumpur, Senin 12/9/2017. Pada kesempatan tersebut, Atdikbud Prof. Ari Purbayanto yang memandu pertemuan, menjelaskan bahwa Tim Kesenian SIKL “Gebyar Nusantara” sebanyak 36 siswa jenjang SMP hingga SMA dengan 3 orang guru pendamping, akan melaksanakan perjalanan misi kebudayaan dan homestay ke Kota Sluiskil Belanda pada 15-26 September 2017. Tim Kesenian ini akan tampil pada kegiatan tahunan Kota Sluiskil “Pasar Seni” dengan acara khusus Indonesian Nights, dimana siswa SIKL akan mempersembahkan tarian dan permainan musik tradisional Indonesia. Misi budaya SIKL ini juga disinergikan dengan program homestay , kerjasama dengan Walikota Sluiskil serta kunjungan ke sekolah-sekolah di Belanda. Program semacam ini akan memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi siswa SIKL, sehingga pada saatnya nanti siap menghadapi persaingan global, jelas Atdikbud.

Acara ini dapat terwujud atas dukungan dan semangat para siswa dan guru serta dukungan swadana dari orang tua murid. Atdikbud hanya bisa memberikan dukungan untuk persiapan pelaksanaan kegiatan, dan berencana akan hadir pada puncak acara Pasar Seni Sluiskil dan penandatanganan naskah kerjasama, ungkapnya dalam memberikan penjelasan kepada Dubes. Atdikbud memohon kesediaan Bapak Rusdi Kirana memberikan arahan dan sekaligus nasihat kepada para siswa SIKL, sehingga misi kebudayaan yang akan dilaksanakan dapat berjalan lancar dan sukses.

Duta Besar RI dalam sambutannya menyatakan terkejut dan campur bangga mendengar bahwa kegiatan ini menggunakan biaya sendiri. Duta Besar RI juga menyampaikan bahwa pendidikan merupakan hal yang utama. Pada waktu kunjungan kerja ke CLC di Sabah dan Sarawak baru-baru ini, beliau menghimbau kepada para pemilik ladang agar membangun CLC, juga mengarahkan agar Konsulat Jenderal RI di Sabah dan Sarawak mendukung kegiatan tersebut. Selain itu, Duta Besar juga menceritakan kekagumannya pada anak-anak CLC, meskipun dengan fasilitas terbatas namun memiliki semangat belajar yang tinggi.

Duta Besar juga menyampaikan nasehat kepada para siswa SIKL yang tergabung dalam tim “Gebyar Nusantara” agar menjaga nama baik Indonesia di negara yang dikunjungi selama melakukan kegiatan. Bapak Rusdi Kirana juga memberikan motivasi kepada para siswa dengan menceritakan pengalamannya selama meniti karir sampai mencapai kesuksesan saat ini. “Kesuksesan bukan didapat dari fasilitas orang tua atau orang lain, namun diusahakan oleh diri sendiri”, pungkasnya.

Menjawab salah satu pertanyaan siswa mengenai kunci kesuksesan beliau, dijawab bahwa beliau orang yang tidak mau direndahkan dan tidak mau menjadi pecundang (kalah). Pendapat beliau mengenai siswa SIKL, dijelaskannya bahwa siswa SIKL sangat beruntung memiliki orang tua yang mampu dan fasilitas sekolah yang memadai. Namun hal tersebut harus dimanifestasikan dengan belajar sungguh-sungguh, sehingga dapat meneruskan kenikmatan yang diperoleh saat ini dan dapat berbagi di masa mendatang. Untuk itu, para siswa diharapkan agar kegiatan ini tidak hanya dilakukan untuk kepentingan kesenangan saja, namun harus dijadikan momentum untuk belajar bersungguh-sungguh.

Pada acara dilaturahmi tersebut, selain guru pendamping siswa sebanyak 3 orang, juga hadir ketua tim Gebyar Nusantara Ruwiyati, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur H. Agustinus Suharto dan orang tua siswa yang akan ikut mendampingi kegiatan misi kebudayaan tersebut. [ESW]

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Duta Besar LBBP RI untuk Malaysia Rusdi Kirana menerima Tim Kesenian SIKL “Gebyar Nusantara” di ruang rapat Diponegoro KBRI Kuala Lumpur, Senin 12/9/2017. Pada kesempatan tersebut, Atdikbud Prof. Ari Purbayanto yang memandu pertemuan, menjelaskan bahwa Tim Kesenian SIKL “Gebyar Nusantara” sebanyak 36 siswa jenjang SMP hingga SMA...