Sluiskil Belanda, atdikbudkl.org : Minggu malam [23/09/19] Tim kesenian Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) “Gebyar Nusantara” tampil memukau di hadapan 500 lebih masyarakat Sluiskil Kota Terneuzen Belanda di Auditorium Meulangat. Sebanyak 36 siswa SIKL menampilkan berbagai tarian dan musik tradisional Indonesia secara apik dan sempurna.

Atdikbud Kuala Lumpur Prof. Ari Purbayanto yang ikut serta mendampingi “Tim Gebyar Nusantara” menjelaskan, para siswa memulai penampilan pk. 20:00 waktu Belanda dengan menampilkan tari kolosal gabungan dari berbagai tarian nusantara menggambarkan keragaman seni dan budaya Indonesia. Brian Velino Adinata siswa kelas 12 sebagai MC memandu acara dengan “kocak” sehingga membawa penonton tersenyum dan berdecak kagum menyaksikan satu demi satu rangkain acara yang dibagi dalam dua sesi hingga pukul 23:00 malam.

“Tim Gebyar Nusantara berhasil tampil harmoni, tim gabungan 36 siswa/siswi SIKL merupakan pelajar kelas 7 SMP hingga 12 SMA. Tarian kolosal yang disajikan mampu menggambarkan kekayaan sekaligus kebhinekaan suku dan budaya Indonesia. Tarian gabungan terdiri dari tari tor-tor, tari bali, musik angklung awi, penampilan angklung dengan lagu-lagu daerah dan pop. Para siswa berkolaborasi dengan dengan guru dengan tarian kreasi Jawa (Yogyakarta), tari permainan suku dayak, rampak kendang, tari saman dan sajian nyanyian dengan musik angklung yang sangat memukau,” ungkap Prof Ari bangga dengan penampilan Tim Gebyar Nusantara yang memukau.

Sepanjang sejarah 23 tahun berdirinya Pasar Sluiskil, sajian kesenian Indonesia kali ini sangat terpesona, hal tersebut diakui Madam Suus, salah seorang pegiat BAC yang sudah lama bergabung dalam komunitas masyarakat ini bersama dengan saudara kembar Mr. Gert Jansen dan Bert Jansen. Menurutnya upaya Bonte Avond Club (BAC) Sluiskil sangat terkesan dan beruntung dapat mengundang SIKL untuk tampil di pentas Pasar Sluiskil dan sekaligus melaksanakan program homestay.
“Semua yang hadir sangat terpesona dengan penampilan kesenian Indonesia yang disajikan, suguhan ini sangat menghibur keturuan Indonesia disini,”Ungkap Madam, Suus.

Pembukaan Pasar Sluiskil sore itu dibuka langsung oleh Duta Besar RI untuk Belanda Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja, Walikota Terneuzen Mr. Jan Lonink, Ketua BAC Mr. Diederick Benjaminz, Atdikbud KBRI Den Haag Prof. Bambang Hari Wibisono, Kepala SIKL Agustinus Suharto dan sejumlah tamu VIP lainnya.

Dalam sambutannya Dubes Puja menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAC yang telah secara konsisten menyelenggarakan Pasar Sluiskil setiap tahun. Kehadiran siswa SIKL yang tergabung dalam “Gebyar Nusantara” dari Kuala Lumpur memberikan warna yang berbeda bagi pengunjung, karena selama ini hanya mengundang siswa/mahasiswa dari Indonesia.

“Tampilnya anak-anak Indonesia dari Kuala Lumpur dan juga program homestay akan memberikan pengalaman yang berharga bagi masa depannya kelak, demikian juga penampilan yang disuguhkan anak-anak di Pasar Sluiskil ini, pasar yang setiap tahunnya telah menjadi salah satu wahana mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Belanda melalui “people to people contact”. SIKL sangat memberikan kesan mendalam untuk pengunjung,” ungkap Dubes.

Tak lupa Walikota Terneuzen Jan Lonink menyampaikan terima kasihnya kepada Dubes Indonesia untuk Belanda. Menurutnya Dubes Puja telah dua kali hadir di Pasar Sluiskil dan berjumpa dengannya. Masyarakat Belanda banyak yang menyukai seni dan budaya Indonesia termasuk makanannya. Kegiatan yang digagas dan diselenggarakan oleh masyarakat Sluiskil yang dikoordinasikan oleh BAC sangat bagus dan perlu terus dilanjutkan.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerja sama antara Bonte Avond Club dengan SIKL yang dengan saksi penandatanganan Atdikbud Kuala Lumpur dan Atdikbud Denhaag. Atdikbud KBRI Kuala Lumpur

Di akhir penampilan seluruh siswa, guru dan pendamping, Kepala SIKL, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur dan Atdikbud Den Haag menyanyikan Lagu “tanah airku”. Para siswa dan orang tua angkat homestay serta penonton hanyut dalam haru, karena para siswa akan berpisah dan pamit kembali ke Kuala Lumpur. Mr. Gert Jensen nara hubung BAC menyampaikan pesannya bahwa program ini akan membekas di hati dan pikiran para siswa, dan pasti satu saat nanti diantara mereka ada yang akan kembali berjumpa di Sluiskil, baik untuk lanjut studi, bekerja atau bahkan menikah dengan orang Belanda, ungkapnya. Ia selanjutnya membagikan cindera mata kepada para siswa. [AP] administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia

Sluiskil Belanda, atdikbudkl.org : Minggu malam Tim kesenian Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) 'Gebyar Nusantara' tampil memukau di hadapan 500 lebih masyarakat Sluiskil Kota Terneuzen Belanda di Auditorium Meulangat. Sebanyak 36 siswa SIKL menampilkan berbagai tarian dan musik tradisional Indonesia secara apik dan sempurna. Atdikbud Kuala Lumpur Prof. Ari...