Meulaboh Banda Aceh, Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto mendorong Civitas Akademika Fakultas Universitas Teuku Umar (UTU) khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk mampu berperan dalam kegiatan “social engineering” atau rekayasa sosial bagi nelayan di Meulaboh, Aceh Barat. Hal tersebut disampaikan Atdikbud dalam Kuliah Umum dengan tema “Pembangunan Ekonomi Berbasis Perikanan & Kelautan untuk Mewujudkan Visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” ungkap Prof. Ari di kampus UTU, 27 November 2017.

Dalam salah satu paparannya Prof. Ari Purbayanto mengetengahkan permasalahan rendahnya kualitas hasil laut sehingga tidak mampu bersaing di pasar global. Hal ini karena peralatan dan kapal-kapal penangkapan yang digunakan belum berorientasi pada industri yang menerapkan teknologi moderen.
Faktor lainnya, daerah juga belum banyak yang memiliki tenaga ahli maupun tenaga terampil di bidang kelautan, sehingga banyak daerah yang belum mampu mengelola potensi lautnya. “Padahal UU Otonomi Daerah, telah memberikan peluang kepada daerah untuk mengelola sumber daya kelautan,” tegas Prof. Ari.

Pemerintah daerah dan akademisi khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UTU harus mampu melakukan rekayasa sosial terhadap masyarakat nelayan di daerah Meulaboh Aceh Barat dengan memberikan pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi dan industri. Ini penting agar para nelayan mampu meningkatkan hasil tangkapnya di laut. Selain itu, kebijakan Pemerintah Pusat memberikan bantuan kapal-kapal perikanan dapat dimanfaatkan oleh nelayan dengan maksimal.

Pembinaan, pengelolaan dan manejerial industri perikanan harus dilakukan dengan baik oleh Pemerintah di daerah, sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2016, tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nusantara.

Tantangan SDM Kelautan ke depan semakin berat. Era globalisasi. mengharuskan SDM kelautan memiliki kemampuan untuk bersaing terbuka memenuhi standar kualifikasi nasional dan internasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UTU, Dr. Erdwarsyah, mengucapkan terimakasih yang tinggi kepada para undangan yang hadir dan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, karena di tengah kesibukan yang padat sebagai Atdikbud masih mau meluangkan waktu menjadi Nara Sumber. Dr. Erdwarsyah menegaskan tema yang diangkat dalam Kuliah Umum kali ini sejalan dengan nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Diharapkan Kuliah Umum ini akan membuka pola pikir para stakeholder, akademisi, tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan lainnya untuk memberikan konstribusi yang nyata bagi peningkatan perikanan dan kesejahteraan masyarakat nelayan khusus di wilayah Meulaboh Aceh Barat.

Hadir pada kesempatan tersebut Dandim Kabupaten Meulaboh, perwakilan Danrem, perwaklilan Polres, staf Ahli Bupati Meulaboh, tokoh masyarakat, para dosen dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UTU yang memenuhi ruang Auditorium UTU. (ES)

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Meulaboh Banda Aceh, Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto mendorong Civitas Akademika Fakultas Universitas Teuku Umar (UTU) khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk mampu berperan dalam kegiatan 'social engineering' atau rekayasa sosial bagi nelayan di Meulaboh, Aceh Barat. Hal tersebut disampaikan Atdikbud dalam...