Penang, atdikbudkl.org.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto bersama staf melakukan kunjungan monitoring terhadap mahasiswa yang sedang melakukan Praktik Kerja Indusri (Prakerin) di hotel The Wembley dan hotel Cititel Penang (17/12/2017). Kedatangan Atdikbud diterima oleh Asisten Manajer Muhammad Najib Bin Saari dan para mahasiswa yang sedang Prakerin di hotel The Wembley.

Pada pertemuan tersebut Prof. Ari menyampaikan arahan bahwa salah satu tugas Atdikbud KBRI Kuala Lumpur adalah melakukan pemantauan dan pengawasan serta perlindungan terhadap mahasiswa dan pelajar yang melakukan Prakerin di hotel-hotel dan industri di Malaysia. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi mahasiswa yang praktik bekerja secara langsung, mengingat para mahasiswa rentan dieksploitasi dan menjadi korban human trafficking di tempat kerja. Oleh karena itu KBRI Kuala Lumpur secara rutin terus memberikan pengawasan, tegas Prof.Ari.

Jumlah mahasiswa Prakerin di hotel The Wembley sebanyak 7 orang sedangkan di hotel Cititel berjumlah 8 orang. Mereka berasal dari Management Perhotelan (UNTAG Prima) Cirebon, Abdi Bangsa Institute, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Sangkuriang Hotel Institute, dan SMHI Bogor, serta Subang International Hotel Institute.

Pada saat berangkat ke Malaysia rata-rata dari mereka harus membayar 8 sampai 10 juta per orang kepada agen. Waktu praktik kerja mereka mulai dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, sedangkan uang satu yang mereka terima RM.400-500 per bulan dengan lama praktik 6 bulan.

Kami juga memastikan bahwa mereka praktik bekerja secara legal dengan izin tinggal yang sah dan disediakan penginapan yang layak.

Pada kesempatan yang sama Prof. Ari berpesan agar para mahasiswa melapor diri ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Penang sehingga KJRI mengetahui keberadaan mereka dan mudah memberikan bantuan jika terjadi masalah.

Atdikbud juga memberikan motivasi agar para peserta Prakerin dapat menyesuaikan diri di tempat kerja dan harus percaya diri untuk terbiasa menggunakan bahasa Inggris, meningkatkan keterampilan dan kompetansi, serta menjaga komunikasi dengan pihak hotel. Hal ini penting, agar ketika selesai kuliah meraka mampu bersaing di pasar global dan meraih peluang bekerja menjadi tenaga profesional atau ekspatriat dengan gaji yang baik.

Sementara itu, Encik Najib mewakili pihak hotel mengucapkan terima kasih atas monitoring yang dilakukan oleh Atdikbud dan staf. Encik Najib menjelaskan bahwa pihak hotel akan selalu memastikan hak-hak para mahasiswa seperti uang saku, insentif lembur, dan cuti terpenuhi sebagaimana yang tertuang dalam kontrak Prakerin. Najib lebih lanjut menjelaskan Hotel Cititel merupakan satu perusahaan dan di bawah manajemen Hotel The Wembley, sehingga para mahasiswa prakerin di kedua hotel ditempatkan dalam satu tempat tinggal yang sama. [ES] administratorKegiatan Atase Pendidikan

Penang, atdikbudkl.org.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto bersama staf melakukan kunjungan monitoring terhadap mahasiswa yang sedang melakukan Praktik Kerja Indusri (Prakerin) di hotel The Wembley dan hotel Cititel Penang (17/12/2017). Kedatangan Atdikbud diterima oleh Asisten Manajer Muhammad Najib Bin Saari dan para mahasiswa yang...