Suasana (Ruang 1/IPA): Pelaksanaan USBN di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Senin (19/3/2018).

Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., menghimbau kepada ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., untuk senantiasa menjaga integritas penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Hal tersebut disampikan melalui telepon selularnya di sela-sela kegiatan mendampingi Duta Besar meresmikan 17 Community Learning Center (CLC) di wilayah Sarawak, Malaysia Timur kemarin.

Hari ini, Senin (19/3/2018) Atdikbud kembali mengingatkan hal tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., selaku ketua MKKS-SILN yang dinilai telah bekerja dengan baik dan tepat waktu dalam melakukan koordinasi antar SILN terkait pembuatan dan distribusi soal USBN ke seluruh sekolah Indonesia di luar negeri.

“Kita teruskan dan agar senantiasa menjaga kredibilitas serta integritas USBN di SILN. Dan kepada siswa  kelas 12 SMA, Atdikbud juga berpesan agar mengikuti USBN dengan penuh disiplin supaya mendapatkan hasil yang memuaskan,” harap Atdikbud.

Sementara itu, Ketua MKKS Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., menjelaskan bahwa USBN sangat penting dan perlu ditangani secara profesional karena hasilnya akan menentukan kelulusan siswa.

“Syukur alhamdulillah, seluruh Koordinator yang ditunjuk di masing-masing zona telah melaporkan pelaksanaan USBN yang berlangsung serentak hari ini via WhatsApp Group. Intinya telah berjalan sesuai harapan,” pungkas H. Agustinus Suharto di sela-sela kesibukannya memantau jalannya USBN di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Senin (19/3/2018) pagi.

Untuk memudahkan koordinasi pembuatan dan distribusi soal bagi 14 SILN seluruh dunia, maka telah dibagi tiga zona yaitu:

Zona I (Kurikulum 2006) terdiri dari Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sekolah Indonesia Davao (SID), Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), dan Sekolah Indonesia Yangon (SIY).

Zona II: (Kurikulum 2006) terdiri dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Sekolah Indonesia Riyadh (SIR), Sekolah Indonesia Moskow (SIM) Sekolah Indonesia Deen Haag (SID), Sekolah Indonesia Cairo (SIC), dan Sekolah Indonesia Mekkah (SIM).

Adapun zona III: (Kurikulum 2013) terdiri dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), dan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) yang masuk dalam zona III khusus untuk jenjang SMA saja. (THS)

Suasana (Ruang 2/IPS) pelaksanaan USBN di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Senin (19/3/2018).

EditorKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., menghimbau kepada ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., untuk senantiasa menjaga integritas penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Hal tersebut disampikan melalui...