Tawau, atdikbudkl.org: Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud RI bekerjasama dengan KRI Tawau menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan Kompetensi bagi guru bina dan guru pamong (lokal) yang bertugas pada Community Learning Center
(CLC) dan Pusat Belajar Humana di Sabah dan Sarawak.

Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan tarian papua oleh siswa CLC Baturong Sabah.

Elvira Dayana selaku Kasi PLK dan SILN, Ditjen GTK Kemdikbud RI dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek merupakan kebijakan Ditjen GTK Kemdikbud RI yang dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan kompetensi guru. Materi Bimtek meliputi motivasi pembelajaran, peningkatan karir guru, pengembangan keprofesian berkelanjutan, multi subject teaching, dan dapodik serta verval dapodik.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Prof. Ari Purbayanto dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa Negara hadir untuk memberikan dukungan bagi pelayanan pendidikan WNI di Malaysia. Tugas ini akan terus dilaksanakan karena semakin bertambahnya jumlah WNI di Malaysia yang memerlukan layanan pendidikan dasar (wajib belajar) bagi anak-anaknya. Para guru dituntut tidak hanya profesional mendidik, namun juga menjadi wakil Pemerintah RI dalam memberikan penyadaran kepada orang tua murid akan tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. “Karena melalui pendidikan akan mengubah nasib dan masa depan anak-anak mereka,” jelas Prof. Ari.

Selanjutnya disampaikan juga bahwa kebutuhan guru bina CLC yang terus meningkat, dimasa mendatang kiranya dapat dipenuhi melalui terobosan kebijakan penyelenggaraan praktek mengajar atau KKN mahasiswa tingkat akhir program pendidikan guru dari universitas di Indonesia ke CLC. Melalui program PPL/KKN selain untuk memenuhi kebutuhan guru, juga untuk menekan kebutuhan anggaran pengiriman guru bina serta dapat memberikan kesempatan yang baik bagi calon guru untuk menimba pengalaman mengajar anak-anak Indonesia di luar negeri.

Konsul RI Tawau, Sulistijo Djati Ismoyo dalam sambutannya menyampaikan, salah satu tugas Konsulat RI adalah memberikan dukungan terhadap pelayanan pendidikan dasar di Sabah Malaysia. Terdapat lebih 50 ribu anak anak usia sekolah, namun hanya sekitar 25 ribu yang baru dapat dilayani. Perwakilan RI mendorong pendirian CLC baru melalui kerjasama dengan pihak terkait di Malaysia. Melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan guru lokal Sabah dan Sarawak dapat juga belajar kepada guru bina. Dengan terbatasnya dana bantuan dari Kemdikbud untuk pengiriman guru bina, diharapkan adanya kontribusi oleh pemilik ladang dengan tetap memperhatikan peraturan kedua negara.

Kegiatan Bimtek berlangsung di Promenade Hotel Tawau, 4-6 April 2018. Hadir pada acara pembukaan Konjen RI Kota Kinabalu, Konsul RI Tawau, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Kota Kinabalu dan KRI Tawau, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu serta Tim Ditjen GTK Kemdikbud RI. Peserta Bimtek berasal dari guru bina tahap 6,7 dan 8 serta perwakilan guru pamong dari Sabah dan Sarawak berjumlah 90 orang. Mereka hadir di acara pembukaan dengan penuh semangat memakai busana tradisional daerah beranekaragam. [EDA]

EditorKegiatan Atase PendidikanSekolah Indonesia di Malaysia
Tawau, atdikbudkl.org: Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud RI bekerjasama dengan KRI Tawau menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan Kompetensi bagi guru bina dan guru pamong (lokal) yang bertugas pada Community Learning Center (CLC) dan Pusat Belajar Humana di Sabah dan Sarawak. Acara pembukaan dimeriahkan dengan penampilan tarian papua oleh siswa CLC...