Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Masyarakat Indonesia di Malaysia menyambut baik program layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia yang selama ini tidak mendapat kesempatan bersekolah di Malaysia karena alasan tidak memiliki dokumen (undocumented). Hal tersebut terlihat dari banyaknya penyertaan kelas belajar hari pertama yang berlangsung Sabtu (7/4/2018) pagi.

Turut meninjau kelas perdana tersebut, Duta Besar RI Rusdi Kirana, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., Koordinator Fungsi Pensosbud Counsellor H. Agus Badrul Jamal, Koordinator Fungsi Konsuler Counsellor Yusron B. Ambary, Koordinator Fungsi Politik Minister Counsellor Agung Cahaya Sumirat, Koordinator Fungsi Ekonomi Minister Counsellor Khrisna K.U. Hanan, dan tenaga pendidik dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur serta staf Atdikbud yang merupakan Tim PKBM-KBRI.

“Saya berharap yang hadir bisa mengikuti program belajar dengan serius agar usaha ini tidak sia-sia,” ujar Duta Besar kepada peserta saat meninjau berlangsung kegiatan belajar mengajar di hari pertama. Dalam kesempatan yang sama, Atase Pendidikan dan Kebuayaan Prof. Ari Purbayanto mengatakan bahwa Atikbud akan senantiasa membantu masyarakat yang selama ini kesulitan menapat akses sekolah formal di Malaysia. “Kita pastikan mereka bisa mengikuti ujian kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C,” tegasnya.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) KBRI Kuala Lumpur dikoordinir oleh Koordinator Pendidikan Non-Formal/Ketua PKBM-KBRI Kuala Lumpur Taufiq Hasyim Salengke bersama bidang kurikulum PKBM Drs. Marwata, M.Pd., dan Dra. R. Astri Rahayu serta tim proktor/data Budi Siswanto dan Husin.

Di hari pertama kelas, menunjukkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat Indonesia yang turut memanfaatkan kesempatan belajar lewat program pendidikan non-formal di PKBM-KBRI Kuala Lumpur. Berdasarkan data kehadiran, kesemua peserta didik, berjumlah 41 orang dengan perincian sbb: 22 orang jenjang paket C, 11 orang jenjang Paket B, dan 8 jenjang paket A.

Kelas PKBM akan berlangsung pada setiap hari Sabtu dan Minggu setiap bulan. Para peserta yang terdaftar akan dimasukkan ke dalam data Dapodikmas Kemdikbud RI untuk dapat mengikuti ujian Paket A, B, dan C pada tahun 2019 mendatang. (THS)

EditorKegiatan Atase PendidikanPendidikan Nonformal
Kuala Lumpur - atdikbudkl.org: Masyarakat Indonesia di Malaysia menyambut baik program layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia yang selama ini tidak mendapat kesempatan bersekolah di Malaysia karena alasan tidak memiliki dokumen (undocumented). Hal tersebut terlihat dari banyaknya penyertaan kelas belajar hari pertama yang berlangsung Sabtu (7/4/2018) pagi. Turut meninjau kelas perdana...