Kota Kinabalu, atdikbud.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur dan tim dari Kemdikbud RI melakukan evaluasi kinerja guru yang selama ini dikirim untuk mengabdi di sejumlah Sekolah Indonesia Luar Negeri dan Community Learning Centre (CLC) di Malaysia. Program evaluasi tersebut berlangsung hari Selasa, 29 Mei 2018 di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah.

Secara terperinci, guru-guru Indonesia yang diutus oleh Dirjen Guru dan Tenaga kependidikan (GTK) tersebut terdiri dari guru tahap 6 (71 orang), tahap 7 (101 orang), dan 8 (96 orang).

Evaluasi kinerja guru ini dihadiri oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, perwakilan dari Ditjen GTK Kemdikbud RI dan jajarannya, Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, KJRI Kuching, Sarawak, KRI Tawau, Sabah, Kepala Bidang Kerja Sama Diklat dan Kepala Bagian Tatausaha, Pusdikat Kemenlu, Bpk Maimun, Bpk Yaya Sutarya, Biro PKLN, Kemdikbud, dan Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK).

Dalam sambutannya Konjen RI Kota Kinabalu Krishna Djelani memberikan nasehat kepada para guru agar dapat mengikuti acara dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugasb ssecara professional.

Kemudian Kasubdit PKPLK dan SILN Ibu Nike melaporkan tujuan diadakannya evaluasi untuk meningkatkan kompetensi guru, serta memilih calon terbaik untuk ditempatkan di CLC dan di SIKK. Selain tim dari GTK dan PLK, tim penilai dari Puspendik dan UNJ  juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini.

Atdikbud Prof. Ari Purbayanto yang saat acara juga memakai konstum yang berwarna sama dengan guru, menyampaikan sambutan atas nama Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur, mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh Ditjen GTK Kemdikbud, sebagai follow-up dari pertemuan sebelumnya di Jakarta.

Dalam pengarahan kepada para guru, Atdikbud menyampaikan bahwa kegiatan yang diadakan pada hari yang cerah ini, merupakan hal yang lumrah sebagai bentuk wujud profesianilisme yang dituntut sebagai guru, apalagi pada era kabinet kerja, harus ada output disertai hasil yang terukur.

“Evaluasi sebagai instrumen pengukur pencapaian target guru yang diberikan oleh pemerintah,” ujar Atdikbud yang berharap dengan evaluasi guru yang bertugas di Malaysia menjadi insan yang lebih baik.

Rencananya, mereka yang lolos evaluasi dapat terus mengajar di Malaysia dan bagi yang belum lolos diharapkan tidak kecewa dengan hasil penilaian evaluasi.

Disampaikan juga bahwa Dubes RI untuk Malaysia sangat peduli dengan pelayanan masyarakat “citizen service,” dan pelayanan pendidikan masyarakat. Upaya beliau telah wujud PKBM, yang diresmikan pada tanggal 1 Maret 2018 oleh Mendikbud RI, sebagai satu-satunya di Perwakilan RI luar negeri.

Target lainnya Atdikbud dan Perwakilan RI setempat akan mendirikan 50 CLC di Sarawak pada nulan Juni 2018 mendatang. Mulai tahun 2018 ini juga Atdikbud telah mengupayakan beasiswa ADik-TKI yang diberikan kepada siswa SIKK, CLC dan SIKL yang berprestasi dan lolos seleksi. (PS)

EditorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Kota Kinabalu, atdikbud.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur dan tim dari Kemdikbud RI melakukan evaluasi kinerja guru yang selama ini dikirim untuk mengabdi di sejumlah Sekolah Indonesia Luar Negeri dan Community Learning Centre (CLC) di Malaysia. Program evaluasi tersebut berlangsung hari Selasa, 29 Mei 2018 di Sekolah...