Batam – atdikbudkl.org: Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana meminta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ari Purbayanto, dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Drs. H. Agustinus Suharto, MPd., serta Staf Atdikbud Erwinsyah Fahim melakukan kunjungan ke PT. Batam Aero Technic (BAT) Lion Group di Batam, Kepulauan Riau.
Duta Besar Rusdi Kirana berharap agar Atdikbud dapat menjajaki peluang kerja dan peningkatan kompetensi anak-anak didik TKI lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dan Community Learning Center (CLC) di Malaysia di bidang teknologi penerbangan.

Kedatangan rombongan Atdikbud disambut oleh President Director PT.BAT, Ir. I Nyoman Rai Pering, MT., dan Director Angkasa Training Center Lion Air, Kapten Dibyo Soesilo, berserta jajarannya. Pada pertemuan tersebut Prof. Ari Purbayanto menyampaikan bahwa kunjungan ke PT. BAT membawa misi dari Dubes yang ingin membantu anak bangsa yang secara ekonomi kurang mampu, namun memiliki potensi akademik yang baik.

Dubes Rusdi ingin agar anak didik TKI lulusan SILN dan CLC yang mempunyai talenta, bisa dididik dan mendapat pelatihan kerja di PT. Batam Aero Technic, sehingga nantinya mereka dapat langsung bekerja di perusahaan teknik penerbangan.
Lebih lanjut Prof. Ari Purbayanto menjelaskan tahun ini Pemerintah RI dan Perwakilan RI di Malaysia akan segera membangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk anak didik TKI di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Sabah dan akan memulai dengan jurusan perhotelan dan kulinari (jasa boga). Selanjutnya SMK tersebut akan membuka jurusan teknik penerbangan. ”Untuk itu harus dari sekarang kita jajaki kemungkinan kerja sama untuk jurusan penerbangan,” tegasnya.
Dubes Rusdi berkomitmen membantu pengadaan peralatan dasar yang diperlukan untuk pelatihan perawatan mesin pesawat. Rencana dan cita-cita kedepan dapat dibangun Politeknik di Batam di bidang perawatan pesawat terbang, untuk membantu anak didik TKI yang cerdas tetapi kurang mampu dari segi ekonomi.

Pada kesempatan yang sama President Director PT. BAT, Ir. Rai Pering, menyampaikan bahwa industri pesawat terbang sangat pesat perkembangannya namun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai kemampuan masih sangat sedikit. Selain itu SDM kita masih lemah dari segi kedisiplinan namun demikian, mempunyai motivasi yang kuat dan semangat kerja yang tinggi. “Saat ini PT.BAT memperkerjakan 1000 orang karyawan kedepan untuk industri ini diperlukan 10 ribu pekerja yang mempunyai skill dibidang perawatan pesawat. PT.BAT sementara ini telah melakukan kerjasama dengan Politeknik Negeri Batam dan Pemprov Surabaya,” Papar Rai Pering.

Sementara itu kepala pendidikan Angkasa Training Center Lion Air Kapten Dibyo menjelaskan bahwa untuk menjaga standar pendidikan yang telah mendapat pengakuan dan sertifikasi seperti Pilot, Pramugari dan Technical pesawat maka seleksi yang dilakukan cukup ketat. Siswa yang lulus seleksi akan memperoleh pendidikan selama 18 bulan.

Disarankan SMK Indonesia Kota Kinabalu juga nantinya dapat menjalin kerjasama dengan pihak ATC untuk mendapatkan sertifikat pengakuan A1. Selanjutnya Atdikbud dan rombongan diajak berkeliling melihat fasilitas dan peralatan bengkel perawatan pesawat PT.Batam Aero Technic (BAT) Lion Group. (EF)

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Batam – atdikbudkl.org: Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana meminta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ari Purbayanto, dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Drs. H. Agustinus Suharto, MPd., serta Staf Atdikbud Erwinsyah Fahim melakukan kunjungan ke PT. Batam Aero Technic (BAT) Lion Group...