Tawau-atdikbudkl.org [21/08/18]: Tindaklanjut hasil pertemuan di Kementerian Pendidikan Malaysia, Putrajaya medio Maret 2017 lalu, pada akhirnya Jabatan Pendidikan Negeri Sabah (JPNS) mengarahkan kepada Perusahaan Felda Global Ventures (FGV) untuk melakukan penutupan sementara 9 (sembilan) Community Learning Centre di Ladang FGV (CLC FGV) Kompleks Sahabat, Lahad Datu, Tawau. Penutupan sementara dilakukan dari tanggal 20 Agustus hingga 3 September 2018.

Hal ini dilaksanakan dalam rangka pembenahan CLC FGV yang sebelumnya dikelola oleh Yayasan Peduli Insan Nusantara (Yapinus). Pembenahan ini sekaligus menetapakan Ahli Lembaga Pengelola (ALP) CLC FGV yang dibentuk pihak perusahaan FGV bekerja sama dengan Konsulat RI Tawau dan KBRI Kuala Lumpur. Yapinus yang semula diminta FGV mengelola pusat pembelajaran tersebut dinilai oleh JPNS melanggar peraturan pendirian CLC yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia.

Pembenahan harus dilakukan karena upaya FGV mengajak Yapinus bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur dan KRI Tawau untuk dapat mengelola CLC sesuai dengan ketentuan Malaysia dan peraturan Indonesia tidak mendapatkan tanggapan positif dan bahkan tidak diindahkan oleh pihak Yapinus. Dengan kondisi seperti itu, Konsulat RI Tawau sama sekali tidak bisa melakukan perlindungan dan pembinaan kepada guru, murid dan orang tua murid CLC FGV karena Yapinus menghalangi akses KRI Tawau terhadap guru, murid dan masyarakat dengan menyebar info tidak benar kepada pihak perusahaan maupun kepada masyarakat.

Pembenahan pengelolaan CLC oleh FGV dan dukungan pembinaan oleh KBRI Kuala Lumpur dan KRI Tawau, CLC FGV akan memperoleh perlindungan yang utuh, baik dari sisi Pemerintah Malaysia maupun dari sisi Pemerintah Indonesia, sebagaimana CLC-CLC lain di Sabah. Selain itu, para guru dan murid dapat memperoleh fasilitas pelayanan dengan kualitas dan standar yang lebih baik.

Pada saat CLC FGV dibuka kembali, kegiatan pembelajaran di 9 (sembilan) CLC tersebut akan dimulai dengan bimbingan guru-guru profesional utusan Kemdikbud yang selama ini tidak dapat mengakses 9 CLC FGV tersebut. Proses bimbingan belajar yang akan dilakukan oleh guru-guru yang berkompeten dari Kemdikbud, akan memberikan jaminan mutu pendidikan anak-anak PMI yang memenuhi standar dan lebih baik.

Selain itu, praktik penyelundupan anak-anak PMI murid Yapinus dari Lahad Datu ke Nunukan/Sebatik melalui jalur ilegal untuk mengikuti Ujian Kesetaraan dapat dihentikan karena beresiko kecelakaan dan penangkapan oleh aparat keamanan.

Pengelolaan CLC yang baru juga akan meringankan beban PMI, karena pihak FGV akan mensubsidi biaya pengelolaan CLC dari yang sebelumnya RM 15 menjadi RM 5. Pungutan uang Ujian Kesetaraan, biaya Ijasah, biaya penyebrangan serta biaya hidup murid-murid Yapinus selama di Sebatik dan Nunukan yang jumlahnya hingga ratusan Ringgit juga tidak perlu dikeluarkan oleh orang tua karena penyelenggaraan Ujian Kesetaraan akan difasilitasi oleh KBRI Kuala Lumpur dan KRI Tawau yang penyelenggaraannya di Sabah.

Saat ini Konsulat RI Tawau membina sebanyak 56 CLC, 34 Pusat Belajar Humana yang diajar oleh 87 guru profesional Kemdikbud RI dan 113 guru pamong/lokal dengan total jumlah murid sebanyak 7288 anak. Murid CLC/Humana di bawah binaan KRI Tawau menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan. Hal ini terbukti dengan prestasi anak-anak CLC di wilayah kerja KRI Tawau pada Kompetisi Seni, Sains dan Olah Raga (KS2O) 2017 yang diselenggarakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur pada mata lomba menyanyi (juara 1), melukis (juara 1) dan Olimpiade Sains (juara 3).

KRI Tawau juga memfasilitasi pemulangan para alumni CLC ke Indonesia agar mereka dapat melanjutkan pendidikan menengah atas dan tinggi. Pada tahun 2018, sebanyak lebih dari 300 alumni CLC pulang ke Indonesia melalui jalur beasiswa maupun menggunakan biaya mandiri difasilitasi oleh KRI Tawau dan KJRI Kota Kinabalu.* (Sumber: KRI Tawau)

administratorKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Tawau-atdikbudkl.org : Tindaklanjut hasil pertemuan di Kementerian Pendidikan Malaysia, Putrajaya medio Maret 2017 lalu, pada akhirnya Jabatan Pendidikan Negeri Sabah (JPNS) mengarahkan kepada Perusahaan Felda Global Ventures (FGV) untuk melakukan penutupan sementara 9 (sembilan) Community Learning Centre di Ladang FGV (CLC FGV) Kompleks Sahabat, Lahad Datu, Tawau. Penutupan sementara...