Kuala Lumpur, atdikbud.org: Sebanyak 161 siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dari 5 negara dan sejumlah Community Learning Center (CLC) Sabah dan Sarawak pagi tadi mulai berkompetisi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) tahun 2018 ini menambah 4 cabang pertandingan lainnya seperti catur, wawasan kebangsaan, debat bahasa ingris dan ICT.

Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana, dalam upacara pembukaan KS2O 14/9/18 semalam di SIKL menyampaikan apresiasinya kepada seluruh SILN yang telah mengirimkan siswanya untuk bertanding di kompetisi ini khususnya kepada anak-anak Indonesia yang datang dari CLC Sabah dan Sarawak.

“Selamat Datang di Kuala Lumpur seluruh peserta KS2O, jadikanlah ajang kompetisi ini sebagai sarana untuk aktualisasi diri anak-anak Indonesia di luar negeri. Kalah menang bukanlah ukuran, berani tampil berkompetisi akan melatih kalian untuk berprestasi,” sambut Dubes.

Dubes Rusdi sangat mendukung layanan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, keseriusannya ditunjukkan dengan melibatkan CSR perusahaan untuk membantu layanan pendidikan di Malaysia.

“Saya juga sudah bertemu dengan Sultan Kerajaan Johor dan Selangor untuk mengabulkan perijinan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di daerah tersebut. Dan perijinannya sedang dalam proses,” jelas Rusdi lebih lanjut.

Sementara itu Prof. Ari Purbayanto Atdikbud KBRI Kuala Lumpur sebagai penyelenggara KS2O ke-4 2018 sangat berterima kasih kepada seluruh tim panitia yang sudah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan KS2O khususnya kepada SIKL sebagai tuan rumah.

“Terimkasih untuk kerja keras semua tim yang terlibat dalam penyelenggaraan KS2O 2018, khususnya kepada Pak Agustinus Suharto Kepala Sekolah SIKL yang telah mengerahkan tim guru dan seluruh siswa demi suksesnya penyelenggaraan KS2O,” ungkap Prof. Ari.

Dalam sambutannya Prof. Ari juga menyampaikan kepada Duta Besar yang bersedia memberikan kesempatan beasiswa kepada pemenang KS2O untuk belajar di sekolah Lion Air seperti tahun-tahun sebelumnya. “Selamat berkompetisi dengan sehat, marilah kita jadikan KS2O sebagai ajang kompetisi secara sehat,” tutup Atdikbud. [DA].

EditorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Kuala Lumpur, atdikbud.org: Sebanyak 161 siswa Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dari 5 negara dan sejumlah Community Learning Center (CLC) Sabah dan Sarawak pagi tadi mulai berkompetisi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) tahun 2018 ini menambah 4 cabang pertandingan lainnya seperti catur,...