Tawau-atdikbudkl.org:* Setelah melalui perjalanan darat yang panjang selama 4 jam dari Kota Tawau menuju Ladang Felda Sahabat FGV, Duta Besar Rusdi Kirana yang didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ari Purbayanto, kembali meresmikan 5 Community Learning Center (CLC).

Pada kesempatan tersebut, hadir Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Kemdikbud Dr. Abdul Kahar dan Kasubdit Kesetaraan, Dr. Samto, Konjen RI Kota Kinabalu Krishna Djaelani, Konsul RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo serta para pejabat KBRI Kuala Lumpur dan KRI Tawau termasuk pegawai dari Jabatan Penddidikan Negeri Sarawak (JPNS) Tuan Haji Abdul Wahab.

Kehadiran Dubes Rusdi dan rombongan disambut oleh pengurus ladang dan masyarakat Indonesia dengan diiringi persembahan lagu dan tari-tarian daerah.
Direktur FGV Tuan Haji Fairus menjelaskan bahwa upaya memfasilitasi pendidikan anak PMI sudah dirintis sejak 10 yang lalu melalui kerja sama dengan Yayasan Firdaus (Yapinus) namun pengelolaannya tidak sesuai dengan aturan hukum Malaysia dan Indonesia. CLC tidak terdaftar dan Yayasan melakukan pungutan biaya. “Alhamdulillah setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya CLC ladang FGV dapat didaftarkan di Jabatan Pendidikan Negeri Sabah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Perusahaan FGV juga telah membangun rumah untuk para pekerja Indonesia dan staf. Tujuannya adalah hanya ingin memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak dan kesejahteraan bagi para pekerja Indonesia. “Total keseluruhan pekerja di ladang FGV sebanyak 15 ribu, 3 ribu staf, 7 ribu lebih pekerja Indonesia dan sisanya adalah pekerja setempat yang kesemuanya menempati area perkebunan 1400 Hektar,” imbuhnya.

Dalam sesi dialog, Dubes Rusdi memberikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi yg diberikan bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Dubes menyampaikan misinya untuk mendirikan sekolah vokasional (SMK) dengan berbagai jurusan khususnya di wilayah Malaysia timur, karena SMK dinilai lebih tepat untuk mencetak tenaga kerja terampil dibandingkan SMA.

“Tidak boleh ada lagi PMI yg tidak bedokumen dan tidak boleh ada lagi majikan ataupun orang tua yang melarang anak-anaknya untuk sekolah,” tegas Duta Besar.

Sementara itu, Atdkbud KBRI Prof. Dr. Ari Purbayanto menjelaskan bahwa sejak 2008 CLC FGV dikelola oleh Yapinus/ Yayasan Firdaus. Setelah didaftarkan di JPNS, 9 CLC FGV selanjutnya sejak 3 September 2018 mulai dikelola oleh Ahli Lembaga Pengelola (ALP) dibawah koordinasi perusahaan dan Perwakilan RI Tawau. Terhitung sejak bulan Maret 2018 sebanyak 9 orang guru bina Kemdikbud telah ditempatkan di CLC FGV yang dibantu oleh 20 orang guru bantu yang sebelumnya dibawah kendali Yapinus.

“Upaya ini merupakan konsistensi Pemerintah RI untuk terus memfasilitasi dan menghadirkan pendidikan yang layak bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia,” pungkasnya. (EF)

EditorKegiatan Atase PendidikanKerjasama PendidikanPendidikan Nonformal
Tawau-atdikbudkl.org:* Setelah melalui perjalanan darat yang panjang selama 4 jam dari Kota Tawau menuju Ladang Felda Sahabat FGV, Duta Besar Rusdi Kirana yang didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ari Purbayanto, kembali meresmikan 5 Community Learning Center (CLC). Pada kesempatan tersebut, hadir Direktur Pendidikan Keaksaraan...