Lahad Datu, Sabah-atdikbudkl.org: Setelah sebelumnya resmikan 9 CLC di ladang FGV, dalam rangkaian kunjungan kerja Duta Besar RI Rusdi Kirana juga diagendakan meresmikan Jambore Anak Indonesia di Malaysia (JAIM 5) bertempat di Taliwas Rainforest Camp, Lahad Datu, Tawau, Sabah, Rabu (26/09/2018).

Jambore yang diikuti oleh 44 CLC di wilayah Sabah dan Tawau ini, mengambil tema “Be an Artistic, Perspective, Care, Initiative, Leadership, and Religious.”

Acara berlangsung begitu meriah, rombongan Duta Besar yang terdiri dari Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Konsul KRI Tawau, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Pejabat KBRI Kuala Lumpur, Pejabat Kemdikbud RI, dan juga Ketua Pengakap Negeri Sabah, disambut dengan persembahan kesenian dari peserta jambore yang terdiri dari murid CLC.

Dalam pidatonya Dubes Rusdi Kirana berpesan agar kegiatan kepramukaan seperti ini dapat membentuk pribadi yang kreatif, mandiri, bertanggung jawab, cakap, serta menjadi insan yang peduli terhadap sesama.

Diharapkan anak-anak Indonesia di Malaysia memiliki cita-cita yang tinggi dan berusaha keras untuk menggapainya. “Untuk mencapai semua itu diperlukan kerja keras, keuletan, ketabahan dan pantang menyerah,” ucap Dubes.

Di sela-sela acara peresmian Jambore Jaim 5, Duta Besar dan Atdikbud bertemu dengan150 guru bina dan guru pamong CLC untuk acara dialog dan ramah tamah untuk mendengar segala permasalahan yang mereka hadapi selama mengajar di CLC Sabah.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ari Purbayanto yang memandu acara tersebut menyampaikan bahwa baru kali ini ada seorang Duta Besar yang mau turun ke ladang dan hutan menemui warga Indonesia demi memberikan perlindungan dan fasilitasi anak-anak pekerja yang selama ini sulit mendapatkan akses pendidikan.

Selanjutnya Konsul KRI Tawau yang juga ikut hadir dalam dialog tersebut mengharap agar guru CLC memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan segala persoalan yang dihadapi di lapangan. Para guru di CLC merupakan perpanjangan tangan dari KBRI, KJRI dan KRI dimana para guru juga berperan memberikan bantuan dan perlindungan, mengingat jarak yang jauh dan keterbatasan kami menjangkau semua daerah di Malaysia.

Dalam inti dialog, Dubes Rusdi Kirana menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo saat dirinya dilantik bahwa menjadi Dubes bukan hanya melindungi dan melayani tetapi juga memberikan fasiltas pedidikan bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia. KBRI saat ini kami buka 24 jam karena untuk pelayanan KBRI bukan hanya ekslusif bagi pejabat tetapi juga inklusif bagi WNI.

“Logikanya restoran cepat saji Mc.D saja buka 24 jam masa KBRI tidak bisa buka 24 jam bagaimana nasib warga dan keluarga kita yang memerlukan bantuan tapi tidak mengenal waktu. Intinya kita harus memberikan layanan prima supaya hasilnya bisa maksimal,” tegas Dubes. [EF]

EditorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di MalaysiaPendidikan Nonformal
Lahad Datu, Sabah-atdikbudkl.org: Setelah sebelumnya resmikan 9 CLC di ladang FGV, dalam rangkaian kunjungan kerja Duta Besar RI Rusdi Kirana juga diagendakan meresmikan Jambore Anak Indonesia di Malaysia (JAIM 5) bertempat di Taliwas Rainforest Camp, Lahad Datu, Tawau, Sabah, Rabu (26/09/2018). Jambore yang diikuti oleh 44 CLC di wilayah Sabah...