Atdikbud Prof. Ari Purbayanto meresmikan penutupan Workshop Seni Budaya Indonesia, Minggu (14/10) di SIKL.

Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Kegiatan Workshop Seni Budaya Indonesia yang merupakan program Rumah Budaya Indonesia (RBI) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, sukses diselenggarakan selama 10 kali pertemuan dari bulan September hingga Oktober 2018. Acara penutupan yang berlangsung di Aula Taufiq Kiemas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada hari Minggu (14/10) dengan begitu meriah sebagaimana meriahnya acara pembukaan yang digelar di tempat yang sama September yang lalu.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., dengan tegas menyatakan bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif yang sangat dalam di hati pemuda Malaysia untuk kemudian disebarkan pengetahuan mereka tentang seni budaya Indonesia yang mereka pelajari kepada yang lain dengan harapan tidak terjadi lagi kasus klaim budaya akibat ketidaktahuan akan asal usul sebuah karya budaya.

Kemeriahan pembukaan Workshop bulan lalu diisi dengan persembahan apik tim kesenian berpengalaman yang terdiri dari siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), namun kemeriahan di acara penutupan menampilkan talenta seni para siswa dan mahasiswa Malaysia yang merupakan peserta kegiatan Workshop Seni Budaya Indonesia 2018.

Mereka semua menampilkan hasil yang sangat bagus untuk tahap pemula yang hanya mengikuti kelas latihan selama 10 kali pertemuan, akan tetapi telah menuai pujian dan decak kagum hadirin yang menonton persembahan mereka di atas panggung. “Ini hasil yang sangat luar biasa, baik dalam bermain gamelan, angklung, tarian, dan juga membatik,” aku salah seorang wakil komite SIKL.

Workshop Seni Budaya Indonesia di Malaysia ternyata sangat diminati oleh masyarakat setempat, hal ini dapat dilihat dari statistik peserta yaitu: tahun 2016 sebanyak 50 orang, tahun 2017 berjumlah 75 orang, dan meningkat drastis pada tahun 2018 dengan jumlah 143 orang peserta dari 10 institusi pendidikan.

Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd dalam pidato sambutannya merasa senang pihaknya bisa berkontribusi aktif dalam  program pengenalan serta promosi budaya Indonesia kepada masyarakat lokal dan berterima kasih kepada ketua tim pelaksana kegiatan Taufiq Hasyim Salengke, M.A. dan wakilnya R. Astri Rahayu, S.Pd., serta tim yang telah bekerja keras, juga para pelatih yakni instruktur tari Ibu H. Aan Mulyani, S.Pd, instruktur gamelan Bpk. Djamal Bakir, B.A, instruktur angklung Bpk. Dadang Soleh, M.A., dan Bpk. Andik Setiawan, S.Pd.Gr, yang dengan tekun mengajar setiap hari Sabtu dan Minggu sebagaimana jadwal yang ditetapkan.

Sementara itu, Pejabat Fungsi Pensosbud Sekretaris Satu, Ibu Ika Alful Laila melihat kegiatan WSBI tersebut sebagai hal yang sangat posistif yakni soft diplomacy dalam bentuk people to people contact. Disampikan juga bahwa Indonesia memiliki program rutin tahunan “Darmasiswa Seni dan Budaya” bagi masyarakat asing yang berminat mempelajari langsung budaya Indonesia.

Kepala Sekolah Menengah Sains Seri Puteri (SM Seseri) Puan Asiah Bt. Zainal Abidin merasa senang siswanya diberi kesempatan untuk ikut kegiatan workshop tersebut selama tiga tahun berturu-turut. “Siswa kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Kedutaan dan juga Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dalam menjalin persabatan dan melestraikan seni budaya kedua negara,” ujar Puan Asiah.

Pada penyelenggaraan kegiatan Workshop Seni dan Budaya Indonesia 2018 tahun ini terpilih 4 peserta terbaik masing-masing kelas, yakni Muhammad Izzat Bin Fazil siswa Aswara (Kelas Gamelan), Natasha Binti Nasarudin siswi SMK Aminuddin Baki (Kelas Tari), Intan Nurzahirah Bt. Norshal siswi SMK Sains Seri Puteri (Kelas Angklung) dan Nurin Sofiya Binti Mohammad Fami siswi SMK Seri Permaisuri (Kelas Batik).

Nurin Sofiya Binti Muhamaad Fami  dari SMK Seri Permaisuri menjadi  wakil peserta pelatihan yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan peserta pelatihan selama mengikuti workshop di SIKL. Siswi kelas batik ini sangat terkesan dengan kelas batik yang diikutinya. Menurutnya kelas ini akan sangat bermanfaat dan bisa menjadi pilihan studi dan karir untuk kedepannya.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama. Kegembiraan di hari penutupan WSBI disempurnakan dengan dihidangkannya makanan khas Indonesia “Bakso” yang juga sangat digemari oleh masyarakat Malaysia.[THS]

Siswa sekolah Malaysia peserta kelas angklung Workshop Seni Budaya Indonesia di Kuala Lumpur.

EditorKegiatan Atase PendidikanKerjasama Kebudayaan
Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Kegiatan Workshop Seni Budaya Indonesia yang merupakan program Rumah Budaya Indonesia (RBI) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, sukses diselenggarakan selama 10 kali pertemuan dari bulan September hingga Oktober 2018. Acara penutupan yang berlangsung di Aula Taufiq Kiemas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada hari...