Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ari Purbayanto,  mendampingi Tim Juri Hassan Wirajuda Perlindungan Awards (HWPA) yang berkunjung ke Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Insan Malindo Klang, Selangor, Sabtu (27/10/2018) pagi.
Ikut serta dalam rombongan tersebut, Bapak Shabda Tian, Sekretaris Pertama Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Kepala Sekolah Drs. H. Agustinus Suharto, M.Pd., dan beberapa guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Rombongan disambut meriah oleh Pendiri dan Pelindung PPWNI Klang YM Raja Kamaruddin dan Puan Sarina Binti Che Mat selaku Pengetua Sekolah, guru-guru di PPWNI Klang, masyarakat Indonesia dan juga seluruh siswa Indonesia di PPWNI Klang. Para siswa dengan instruksi YM Raja Kamaruddin menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, YM Raja Kamaruddin menyampaikan rasa haru dan beruntung atas kunjungan tersebut serta berterima kasih atas segala perhatian dan dukungan Perwakilan RI Kuala Lumpur. Bantuan dan dukungan tersebut antara lain berupa tenaga guru, alat tulis, kursi meja, buku-buku serta komputer.
Sementara itu, Atdikbud, memaparkan sejarah dimulainya pendirian PPWNI Klang tersebut, diawali dengan  penempatan satu orang guru dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur bernama Pak Fauzi. Karena dipandang perlu tambahan tenaga pengajar, KBRI kemudian memenuhi permintaan guru tersebut dengan mengangkat Ibu Wardaninengsih (istri Pak Fauzi) dijadikan tenaga pengajar PPWNI Klang.
Selain tenaga guru yang direkrut oleh KBRI, Atdikbud juga mengajukan permohonan guru kepada Dirjen Guru dan tenaga Kependidikan, Kemdikbud RI sehinggga mendapatkan tambahan 2 guru profesional dari Jakarta sejak tahun 2016. PPWNI Klang tersebut menginduk pada SIKL untuk penerapan kurikulum nasional dan penyelenggaraan  ujian kesetaraan  (Paket A dan B) dibawah koordinasi Atdikbud.
Atdikbud juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Werdaninengsih karena sepenuh hati dan berdedikasi tinggi untuk meneruskan komitmennya, meskipun suaminya sudah kembali ke Indonesia. Ia sanggup berada jauh dan berpisah dari keluarga untuk terus mendidik anak-anak WNI di PPWNI Insan Malindo Klang tersebut.
Atdikbud berjanji akan mengusahakan agar anak-anak di PPWNI Klang dapat memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diusulkan melalui Sekolah Indonesia Kuala Lumpur sehingga bisa membantu beban uang sekolah.
Bapak Dharmakirty Syailendra Putra yang mewakili Tim Juri HWPA dalam sambutannya menyampaikan rasa gembira dan surprise mendapatkan sambutan yang begitu meriah. Selain menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan tersebut, Bapak Dharmakirty juga berpesan agar anak-anak mengejar cita-citanya melalui pendidikan yang telah disediakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan RI dalam hal ini Atdikbud KBRI Kuala Lumpur.
Selain persembahan tilawah, para siswa PPWNI Klang juga berkesempatan menampilkan kemahirannya melalui persembahan dua tarian.
Pada acara tersebut, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur menyerahkan  sumbangan komputer layak pakai  dari SIKL kepada PPWNI Klang  kepada Kepala PPWNI Klang, disaksikan oleh Atdikbud dan YM Ungku Raja Kamaruddin.
Pada akhir kegiatan, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur memandu acara dialog interaktif antara Tim Juri HWPA dengan guru-guru, siswa dan orangtua siswa yang disambut dengan antusias.(ESW)
EditorKegiatan Atase Pendidikan
Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Prof. Dr. Ari Purbayanto,  mendampingi Tim Juri Hassan Wirajuda Perlindungan Awards (HWPA) yang berkunjung ke Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Insan Malindo Klang, Selangor, Sabtu (27/10/2018) pagi. Ikut serta dalam rombongan tersebut, Bapak Shabda Tian, Sekretaris...