Kota Kinabalu-atdikbudkl.org: Suasana ballroom pada salah satu hotel di Kota Kinabalu, Sabah, tampak lebih ramai pada Rabu (31/10/2018) kemarin. Pemuda-pemudi Indonesia wira-wiri dengan penuh optimis. Mereka adalah 95 guru muda tahap 9 yang dikirim oleh Pemerintah RI untuk menjadi tenaga pendidik di Community Learning Center (CLC) di seluruh wilayah akreditasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, dan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Sabah.

Tenaga muda tersebut akan mendidik anak-anak pekerja migran Indonesia yang berdomisili di perkebunan kelapa sawit Malaysia. Mereka dibina langsung oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud RI dan saat acara serah terima mereka didampingi oleh Dr. Praptono, Direktur Pembinaan Guru Dikdas sekaligus mewakili Kemdikbud yang menandatangani berita acara serah terima bersama Krishna Djaelani (Konjen RI Kota Kinabalu) dan Sulistijo Djati Ismoyo (Konsul RI Tawau) dengan disaksikan oleh Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Prof. Ari Purbayanto.

Ikut juga menyaksikan acara serah terima guru tersebut, Agung Cahaya Sumirat Koordinator Fungsi Pensosbud, Yusron Ambary Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Cahyono Rustam P.F. Pensosbud KJRI KK, Firma Agustina P.F. Pensosbud KRI Tawau, Lucky Nugraha P.F. Konsuler KJRI Kuching Sarawak, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Koordinator Penghubung (KP) Malaysia, KP Kota Kinabalu, KP Tawau serta beberapa staf panitia dari KJRI Kota Kinabalu, KRI Tawau, dan para pendidik tahap 9.

Dalam sambutannya, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur mengingatkan kepada semua guru yang akan bertugas supaya disiplin dan mentaati aturan negara setempat. “Walaupun pengabdian ini jauh dari pengawasan, Atdikbud yakin guru-guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, karena sudah memiliki pengalaman mengajar di daerah 3T di Indonesia,” ungkapnya.

Disampaikan juga bahwa pada tahun 2018 para guru CLC telah berperan dalam program pemberian beasiswa ADEM kepada 150 siswa CLC dan Beasiswa ADIK untuk 123 siswa CLC yang telah diterima di beberapa perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Untuk itu, Atdikbud berharap agar guru-guru tahap 9 dapat melanjutkan usaha yang telah dilakukan oleh pendahulunya, khususnya repatriasi anak-anak lukusan CLC melalui program beasiswa-beasiswa tersebut, termasuk upaya yang dilakukan oleh “Sabah Bridge.”

Hal senada juga disampaikan oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Krishna Djaelani pada arahannya mengingatkan akan pentingnya pendidikan yang merupakan hak azazi manusia. “Untuk itu Pemerintah RI secara konstitusi memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri,” tegasnya.

Mewakili Kemdikbud RI, Dr. Praptono pada sambutannya menyampaikan beberapa hal teknis pembekalan guru-guru tahap 9 yang antaranya teknis serta mekanisme perekrutan, penempatan, dan penarikan pulang guru GTK.

Turut memberikan sambutan Palupi Raraswati, Kasubdit Perencanaan dan dan Pengendalian Kebutuhan, Ditjen GTK, Kemdikbud RI mengucapkan terima kasih kepada Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Konjen RI Kota Kinabalu dan Konsul RI Tawau beserta jajarannya yang telah mengorganisir penyelenggaraan acara Serah Terima Guru Tahap 9 ini. (ESW)

EditorKegiatan Atase PendidikanKerjasama PendidikanPendidikan Nonformal
Kota Kinabalu-atdikbudkl.org: Suasana ballroom pada salah satu hotel di Kota Kinabalu, Sabah, tampak lebih ramai pada Rabu (31/10/2018) kemarin. Pemuda-pemudi Indonesia wira-wiri dengan penuh optimis. Mereka adalah 95 guru muda tahap 9 yang dikirim oleh Pemerintah RI untuk menjadi tenaga pendidik di Community Learning Center (CLC) di seluruh wilayah...