Tawau – atdikbudkl.org: Dalam sejumlah rangkaian kunjungan Mendikbud Muhadjir Effendy di Tawau, Malaysia, rombongan juga sempat menyapa siswa Indonesia yang bersekolah di perkebunan Ladang Balung, Tawau, Juma (25/01/2019). Menteri didampingi oleh Konsul RI Tawau , Sulistiyo Jati Ismoyo dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Mokhammad Farid Maruf beberapa pejabat dari Kemdikbud RI.

Konsul RI Tawau, pada sambutannya menegaskan bahwa hadirnya Mendikbud sebagai bukti perhatian pemerintah RI terhadap pendidikan anak-anak CLC. “Manfaatkan kehadiran beliau sebaik mungkin untuk menyampaikan hal-hal yang diperlukan demi pengembangan CLC,” harap Sulistiyo Jati.

Pemilik ladang Balung River Tan Sri Dato Haris Muhammad Saleh, mengucapkan teriama kasih Mendikbud bisa hadir melihat sekolah anak CLC di perkebunannya. “Sejak dulu hubungan  dua negara Indonesia dan Malaysia sudah sangat erat. Tahun 1970 atas permintaan Pemerintah Malaysia, Indonesia pernah mengirimkan guru-guru termasuk di Wilayah Tawau, Sabah. Bukan hanya itu  Pemerintah negeri Sabah juga pernah mengirimkan 300 orang pelajar Sabah untuk melanjutkan pendidikan di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). 300 orang mahasiswa Sabah alumni IPB tersebut telah membangun industri pertanian di wilayah Sabah,” papar Haris secara panjang lebar.

Mendikbud RI, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tan Sri Haris yang telah memfalisitasi CLC. Salam dari Presiden Jokowi, kehadiran saya adalah perintah beliau, jelas Muhadjir. Pemerintah sekarang mempunyai kebijakan untuk memperhatikan dan membangun wilayah berbatasan menjadi lebih baik.

Kepada para orang tua Muhadjir berpesan agar tidak melarang anak-anaknya untuk mengikuti program repratiasi, melanjutkan pendidikan di sekolah Indonesia. “Orang tua harus ikhlas melepas anaknya untuk pulang melanjutkan pendidikan di sekolah Indonesia,” tegas Muhadjir.

Tahun 2019 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuka beasiswa repratiasi untuk 500 orang anak  CLC kembali ke Indonesia. Jumlah ini  cukup signifikan dibandingkan tahun 2018, yang hanya berjumlah 100 orang anak.

Muhadjir menyatakan senang telah dilaksanakannya program literasi di CLC. Saya akan mengirimkan buku-buku pelajaran untuk memperkaya literasi para siswa dan Duta Besar Rusdi Kirana berjanji akan memfasilitasi pengiriman buku-buku tersebut menggunakan pesawat-pesawat beliau, ujar Muhadjir.(EF)

EditorUncategorized
Tawau – atdikbudkl.org: Dalam sejumlah rangkaian kunjungan Mendikbud Muhadjir Effendy di Tawau, Malaysia, rombongan juga sempat menyapa siswa Indonesia yang bersekolah di perkebunan Ladang Balung, Tawau, Juma (25/01/2019). Menteri didampingi oleh Konsul RI Tawau , Sulistiyo Jati Ismoyo dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Mokhammad Farid Maruf beberapa pejabat dari...