Georgetown-atdikbudkl.org: Koordinator Pendidikan Non-Formal (PNF) Kedutaan Besar Republik Indonesia Taufiq Hasyim Salengke melakukan penjajakan untuk membuka akses layanan pendidikan non formal bagi warga negara Indonesia di wilayah utara Semenanjung Malaysia.

Hal tersebut merupakan arahan Duta Besar Rusdi Kirana dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Dr. Mokhammad Farid Maruf yang ingin memberikan layanan ujian kesetaraan bagi anak warga negara Indonesia yang ingin mendapatkan ijazah Paket A, B, dan C secara meluas di Malaysia.

Untuk maksud tersebut, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kuala Lumpur yang memiliki izin menyelenggarakan ujian paket kesetaraan melalui Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) akan membuka tempat kegiatan belajar (TKB) di Penang dan berkoordinasi lebih lanjut dengan KJRI Penang.

Dalam penjajakan tersebut, telah diadakan pertemuan dengan perwakilan warga negara Indonesia yang merupakan ketua dan anggota grup Mapala UT Penang yaitu Aji Abdul Majid dan Marselinus Kaju.

Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Terbuka Pokjar Penang Deni Rosiana Malau secara terpisah menyampaikan komitmennya dalam mensosialisasikan program ujian paket kesetaraan demi bisa membantu para pekerja Indonesia di Penang yang belum memiliki ijazah kesetaraan SD, SMP, dan SMA memperoleh informasi yang lengkap.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Dr. Mokhammad Farid Maruf berkomitmen memperluas layanan pendidikan dan juga memberikan akses kepada paguyuban masyarakat Indonesia di Semenanjung Malaysia untuk mengembangkan seni budaya masing-masing.(THS)

EditorKerjasama Atdikbud
Georgetown-atdikbudkl.org: Koordinator Pendidikan Non-Formal (PNF) Kedutaan Besar Republik Indonesia Taufiq Hasyim Salengke melakukan penjajakan untuk membuka akses layanan pendidikan non formal bagi warga negara Indonesia di wilayah utara Semenanjung Malaysia. Hal tersebut merupakan arahan Duta Besar Rusdi Kirana dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Dr. Mokhammad Farid Maruf...