Atdikbud memimpin Rakor di SIKK-Sabah

Kota Kinabalu-atdibudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Mokhammad Farid Ma’ruf Ph.D., menyelenggarakan Rapat Koordinasi Distribusi Guru Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Kemdikbud RI sekaligus Pengembangan Standard Operation Procedure (SOP) Community Learning Center (CLC). Acara berlangsung di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah (22-23/6/2019).

Rapat tersebut dihadiri oleh Bapak Cahyono Rustam,P.F. Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, Ibu Ringgi Perdini P.F. Pensosbud KJRI Kuching, Ibu Firma Agustina, P.F.Pensosbud KJRI Tawau, Bapak Encik Abdul Hajar, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Bapak Istiqlal, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Bapak Dadang Hermawan, Koordinator Penghubung (KP) CLC Malaysia, Sdr. Nasrullah Ali Fauzi, KP CLC Sarawak (Miri), Sdr. Riki Rikmansyah KP CLC Tawau, Sdr. Lucky Fathria KP CLC Sarawak (Kuching), staf Atdikbud dan beberapa guru SIKK terkait.

Salah satu agenda rapat adalah mengenai penempatan guru GTK tahap 10 yang akan ditempatkan di CLC Sabah, CLC Sarawak, Sekolah Indonesia Johor Bahru.Distribusi Guru GTK tahap 10 tersebut didasarkan pada kebutuhan masing-masing CLC seperti mata pelajaran yang diampu, pengalaman guru serta situasi di CLC.

Saat ini jumlah guru GTK telah berkurang sedangkan jumlah CLC terus bertambah. Saat ini jumlah guru yang telah kembali ke sebanyak 96 orang baik yang lulus menjadi asn atau yang kontraknya tidak diperpanjang, sedangkan guru GTK tahap 10 yang akan datang hanya berjumlah 94.

Untuk itu , P.F.Pensosbud dan KP membentuk gugus yaitu berupa guru bina (guru profesional yang dikirim oleh Kemdikbud) yang akan berkeliling ke CLC-CLC untuk mengajar sekaligus melatih guru pamong (lokal ) sehingga dapat meningkatkan kapasitas guru pamong sehingga mengurangi ketergantungan pada guru bina.

Pada pertemuan tersebut Atdikbud meminta agar segala kegiatan di CLC dapat dilaporkan sehingga kegiatan-kegiatan tersebut akan tercatat tidak hanya menjadi sebuah isu saja.

Selain itu Atdikbud juga meminta agar para KP dapat mendata jumlah siswa yang mengikuti program repatriasi dan telah lulus baik yang kembali ke Malaysia atau yang terus bekerja di Indonesia.

Pada pertemuan tersebut juga membahas pengembangan SOP CLC

Pengembangan SOP CLC tersebut dalam rangka memperbaiki sistim dan monitoring.

Karena dalam beberapa tahun Pemerintah RI telah mengucurkan dana untuk penyelenggaraan CLC, maka dana tersebut harus dikelola dengan baik.

Untuk itu, semua pelaporan-serta dokumentasi berkaitan dengan CLC harus dalam bentuk dan bahasa yang sama.

Pada akhir pertemuan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, P.F. Pensosbud KJRI Kota Kinabalu, KJRI Kuching, KRI Tawau serta para KP CLC telah menandatangani SOP CLC.

SOP CLC tersebut akan menjadi dasar penyelenggaraan CLC yang dibentuk berdasarkan pengalaman. SOP CLC tersebut juga akan berjalan sesuai dengan situasi dan kondisi. (ESW – Kota Kinabalu)

EditorPendidikan Non Formal
Atdikbud memimpin Rakor di SIKK-Sabah Kota Kinabalu-atdibudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Mokhammad Farid Ma'ruf Ph.D., menyelenggarakan Rapat Koordinasi Distribusi Guru Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan(GTK) Kemdikbud RI sekaligus Pengembangan Standard Operation Procedure (SOP) Community Learning Center (CLC). Acara berlangsung di Sekolah Indonesia Kota...