Melaka-Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Maruf, Ph.D., turut serta mengikuti Rapat Koordinasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Hatten Hotel, Melaka, tanggal 29-31 Juli 2019.

Rapat dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan RI Bapak Krishna K.U. Hannan. Acara dipimpin langsung oleh Atase Perdagangan Rifah Ariny dan Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Kuala Lumpur Harry Rusmana Irawan,

Dalam Wakepri mengharapkan agar TEI 2019 tidak hanya meningkatkan nilai transaksi namun juga dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia perihal produk-produk yang diminati oleh buyer Malaysia di masing-masing wilayah kerja KBRI dan KJRI di Malaysia serta hal-hal lain berupa pengalaman-pengalaman di wilayah kerja masing-masing.

Penyelenggaraan TEI 2019 ini diharapkan akan berbeda dengan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumya karena disertai pertama kali oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Atase Pertahanan serta Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur yang diharapkan dapat menambah lagi delegasi TEI 2019 dari Malaysia.

Turut hadir pada rapat tersebut adalahAntoni Arif Priadi, Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Yose Ridha, Atase Udara KBRI Kuala Lumpur, Fatimah Alatas, Sekretaris Pertama Ekonomi, KBRI Kuala Lumpur, Machdaniar Nisfah Pelaksana Fungsi (P.F.) Ekonomi KJRI Penang, Septania Rubi Prameswari P.F. Ekonomi, KRI Tawau, Irhamna Fathiya P.F. Ekonomi KJRI Kuching , Zainul Idris Yunus, P.F. Pensosbud KJRI Johor Bahru, Rima Riah Pramudyawati P.F. Ekonomi, KJRI Kota Kinabalu beserta para staf terkait.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan perumusan yang menjadi komitmen dan apa yang akan dilakukan dalam 2 bulan mendatang untuk menjaring buyer dari Malaysia. Beberapa produk unggulan Indonesia yang selama ini sangat diminati oleh buyer Malaysia di produk herbal dan kecantikan, marmer, spa therapist serta produk essential oil .

Beberapa pengusaha Malaysia tertarik membeli kopi dari Indonesia, khususnya di wilayah Penang yang tidak mempunyai produksi kopi, namun bermaksud untuk menjadikan Penang sebagai destinasi para pencinta kopi. Untuk itu, Pemerintah Penang bermaksud untuk melakukan site visit ke ladang kopi yang diharapkan dapat menjalin kerjasama Sister City dengan daerah penghasil kopi di Indonesia.

Adapun MoU yang akan ditandatangani pada TEI 2019 adalah MoU Pemerintah Sarawak dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bidang Teknologi Robotik serta MoU Pemerintah Sarawak dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam bidang Riset Produk Pertanian.

TEI diselenggarakan setiap tahun dengan tujuan untuk meningkatkan ekspor performance Indonesia. Untuk itu Kementerian Perdagangan RI secara proaktif mengundang dan membawa para buyer dan investor untuk melakukan transaksi langsung dengan para eksportir barang dan jasa Indonesia.

TEI 2019 yang bertema “Moving Forward to Serve the World” akan diselenggarakan pada tanggal 16-20 Oktober 2019 di Indonesian Convention Exhibition (ICE)-BSD City, Tangerang, Indonesia. TEI 2019 merupakan Pameran B2B (Business to Business) yang terbuka bagi para buyer, profesional dan internasional buyer/visitor. TEI 2019 terdiri dari Exhibition, Trade Tourism and Investment (TTI) Forum, Business Matching dan Misi Perdagangan luar negeri dan dalam negeri.(ESW)

EditorKerjasama Atdikbud
Melaka-Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Maruf, Ph.D., turut serta mengikuti Rapat Koordinasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 di Hatten Hotel, Melaka, tanggal 29-31 Juli 2019. Rapat dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan RI Bapak Krishna K.U. Hannan. Acara dipimpin langsung oleh Atase...