Kuala Lumpu-Atdiklbudkl.org: Kedutaan Besar Republik Indonesia dan kementerian Pelajaran Malaysia (KPM) mendukung kegiatan program penelitian lapangan international teaching practice mahasiswa Indonesia di Malaysia. Terbaru dari Universitas Tidar Magelang dan Universitas Negeri Semarang.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Dr. Mokhamad Farid Maruf dalam sambutannya menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan serupa andaikata ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas.

Sebagai negara tetangga, hubungan antara Indonesia dan Malaysia selalu mengalami dinamika pasang surut yangn mewarnai hubungan kedua negara ini. Masalah memang kerap terjadi dalam hubungan bertetangga. Selalu ada riak dalam setiap hubungan bertetangga sehingga dengan adanya kegiatan dan program ini sangat baik untuk menjalin silaturahmi dan memperkokoh hubungan kedua negara sebagai satu rumpun.

Pertukaran antar guru dari Indonesia dan Malaysia (teacher exchange) akan coba digalakkan untuk saling belajar tentang tata cara mengajar dari kedua negara dengan kurikulum masing-masing negara, terutama subjek-subjek yang bisa dikolaborasikan.

Atdikbud M. Farid Maruf menyatakan banyak peluang bagi kampus-kampus di Indonesia untuk practical mengajar di sekolah-sekolah di Malaysia.

Atdikbud saat sedang mengupayakan untuk membangun pusat pembelajaran di wilayah Semenanjung yang sulit izinnya. Namun demikian, melalui pendekatan pendidikan dan budaya sebagai sebuah upaya diplomasi untuk mempererat hubungan antarkedua negara. Budaya dan pendidikan merupakan a cross border, lintas negara sehingga terwujudnya Pendidikan untuk semua, yang menjamin hak-hak asasi setiap manusia untuk memperoleh pendidikan dasar.

Pada kesempatan tersebut, Sekertaris Lembaga Pengembangan Profesi Unes Dr. Ngabiyanto melihat bahwa Program internasional teaching practice merupakan program yang sangat bermanfaat dalam menimba ilmu dan pengalaman serta bertukar wawasan tentang cara mengajar sesuai negara tempatan.

Kedepannya selain mengirim mahasiswa Unes dan Tidar Magelang, Unes yang telah bekerjasama dengan Institut Keguruan Selangor juga memberi peluang bagi mahasiswa Malaysia untuk melakukan hal yang sama di Indonesia.

Mereka menyimpulkan ada pengalaman yang berharga yang bisa diambil oleh para peserta dalam kegiatan ini adalah bahwa program PPL antarbangsa bukanlah sesuatu yang menakutkan dan mengkhawatirkan, karena kita dijamin kemananan dan keselematannya. Banyak tuan dan puan yang kemudian menjadi mitra dan sahabat, dan siap mendukung semua kegiatan dari program ini.

Diharapkan dengan terjalinnya kerjasama yang baik akan dapat memperkokoh dan memperluas hubungan atarkedua negara. Bagi bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita mengosongkan gelas untuk mau belajar dari bangsa yang dulunya kita kirimi guru. Kini saatnya kita harus siap untuk belajar kepada siapa saja, termasuk kepada Malaysia. (ESW)

EditorKegiatan Atase PendidikanKerjasama Pendidikan
Kuala Lumpu-Atdiklbudkl.org: Kedutaan Besar Republik Indonesia dan kementerian Pelajaran Malaysia (KPM) mendukung kegiatan program penelitian lapangan international teaching practice mahasiswa Indonesia di Malaysia. Terbaru dari Universitas Tidar Magelang dan Universitas Negeri Semarang. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Dr. Mokhamad Farid Maruf dalam sambutannya menyampaikan pihaknya sangat mendukung kegiatan...