Kedah-Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhamad Farid Maruf meresmikan Kongres PPIM Ke-21 di kampus Universiti Utara Malaysia (UUM) Sintok, Kedah. Acara kongres tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 6-8 Desember 2019. Acara tersebut di hadiri juga oleh Konsul Jenderal Republik Indonesria, di Penang, Iwanshah Wibisono beserta pejabat terkait lainnya dan 200 orang perwakilan mahasiswa yang mewakili 46 PPI cabang dari perguruan tnggi di seluruh Malaysia.

Dalam pidato peresmiannya, Atdikbud menyampaikan bahwa berdasarkan data bulan Maret 2019 jumlah mahasiswa Indonesia di Malaysia sebanyak 11.350 orang dan trennya setiap tahun terus meningkat. “Hal ini menjadi tugas berat bagi PPI untuk membangun karakter dan imej mahasiswa menjadi lebih baik,” tegasnya

Atdikbud mencntohkan agar mahasiswa melalui diaspora Indonesia di luar negeri yang membangun jaringan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia dinilai sebagai salah satu cara membangun bangsa Indonesia. Kemajuan industri teknologi saat ini memungkinkan siapapun untuk bekerja dan membangun jaringan dengan cepat dan tepat dimanapun kita berada. “Jika ingin sukses dan maju mahasiswa harus mulai berfikir out of the box,” terangnya.

Selain membangun jaringan, Atdikbud mengingatkan bahwa kesempatan belajar di dalam sistem yang tertata, dan berintegritas tinggi di luar negeri harus dimanfaatkan sebesar mungkin untuk membangun karakter dan meningkatkan intelektual para mahasiswa.

Terkait struktur organisasi PPIM Atdikbud mengharapkan jika memungkinkan ada perubahan masa periode jabatan Ketua PPIM menjadi 2 tahun bukan hanya 1 tahun guna memberikan kesempatan yang luas bagi ketua dan pengurus PPIM untuk berkreatifitas. Mengedepankan sikap konsisten dan kerjasama tim dalam melaksanakan program kegiatan yang telah disusun.

Bukan hanya aktif berorganisasi mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan konstribusi dalam memfasilitasi pelayanan pendidikan non formal bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Sanggar Pendidikan yang di selenggarakan oleh KBRI Kuala Lumpur dibawah koordinator Atdikbud. Hal ini untuk memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan dikalangan anak-anak PMI. Saat ini baru mahasiswa PPI cabang dari International Islamic University Malaysia (IIUM) yang ikut bergabung menjadi pengajar di Sanggar Pendidikan. Diharapkan PPIM dan PPI Cabang yang lain juga dapat berkonstribusi dalam memfasiltasi pendidikan anak-anak PMI contohnya melalui program PPI mengajar atau ikut bergabung bersama KBRI Kuala Lumpur mendirikan Sanggar Pendidikan.

Pada kesempatan tersebut juga disosialisasikan sistem layanan online Atdikbud KBRI Kuala Lumpur dalam pengurusan dokumen, baik itu akademik maupun surat menyurat. Diperkirakan akan mulai beropresi pada Januari 2020. Melalui aplikasi online mahasiswa diminta untuk bisa mengisi formulir lapor diri dengan status terkini, agar KBRI mempunyai update data mahasiswa Indonesia di Malaysia

Dalam rangkain kegiatan kongres Atdikbud berkesempatan diminta memberikan hadiah PPI Malaysia Award 2019, bagi PPI cabang yang berhasil meraih juara dengan beberapa kategori yang telah diseleksi oleh PPIM.(EF-Kedah)

EditorKerjasama Atdikbud
Kedah-Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhamad Farid Maruf meresmikan Kongres PPIM Ke-21 di kampus Universiti Utara Malaysia (UUM) Sintok, Kedah. Acara kongres tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 6-8 Desember 2019. Acara tersebut di hadiri juga oleh Konsul Jenderal Republik Indonesria, di Penang, Iwanshah...