Gemas, Negeri Sembilan – Atdikbudkl.org: Persatuan Pecinta Seni Gemas di Negeri Sembilan menyelenggarakan acara Persatuan MyGemas Semarak Pecinta Seni 3 yang bertujuan melestarikan budaya nusantara. Acara tersebut juga bertujuan memupuk semangat cinta seni budaya di kalangan masyarakat setempat.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Mokhamad Faris Maruf dan staf turut serta menghadiri undangan tersebut, memenuhi undangan Persatuan Pecinta Seni Gemas, Negeri Sembilan. Acara tersebut diiisiasikan oleh Penyelaras Dewan Undangan Negeri (DUN) Gemas, Negeri Sembilan, dengan mengunjungi kampung-kampung di sekitar Kawasan Gemas Negeri Sembilan, serta melihat budaya penduduk setempat.

Sebelum ini Program Semarak Budaya Gemas Negeri Sembilan ke-1 yang diadakan pada tahun 2016 juga mengundang pihak KBRI Kuala Lumpur dalam rangka mempererat kerjasama budaya kedua negara Indonersia-Malaysia.

Kali ini Program Semarak Budaya Gemas Negeri Sembilan ke-3, diselenggarakan di Kampong Londah, Gemas, Negeri Sembilan pada hari Senin 16 Desember 2019. Program yang diselenggarakan mengangkat tema pelestarian kampung “nurseri/berkebun.” Rombongan Atdikbud disambut hangat dan ramah oleh penduduk setempat yang notabene adalah keturunan Suku Minangkabau dan Suku Jawa.

Dalam sambutannya Atdikbud menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dan sambutan hangat dan ramah yang diberikan para tetua dan masyarakat Kampung Londah. “Saat ini masalah besar yang dihadapi oleh kampung baik itu di Indonesia maupun di Malaysia adalah ditinggalkan oleh orang muda karena tidak ada lapangan kerja yang tersedia di kampung/desa lalu mereka pergi ke kota mencari pekerjaan lalu di desa hanya dihuni oleh para orang tua yang sudah tidak produktif.

“Kerajaan Malaysia bisa melihat contoh pengembangan kampung-kampung atau desa-desa di Indonesia, kami ada kementerian yang khusus mendukung kegiatan di pedesaan; ada berbagai macam desa yang dikembangkan dan diberikan funding oleh Kementerian Pedesaan; desa yang dikembangkan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki, memanfaatkan pariswata lokal; seperti ada desa yang disulap bertemakan Korea, Desa ponggok yang memanfaatkan rawa-rawa menjadi tempat wisata air; ada desa yang instagramble (membuat pojok-pojok unik untuk berfoto)” papar Atdikbud.

Usai peresmian kegiatan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan cara penanaman tanaman obat dan hias dalam pot yang disampaikan oleh pihak Jabatan Pertanian setempat.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, pihak DUN Gemas, Negeri Sembilan, Malaysia akan mengadakan studi banding ke desa-desa di Indonesia, dalam hal ini mereka meminta Atdikbud KBRI Kuala Lumpur sebagai fasilitator untuk tujuan kunjungan tersebut. Kedepan program ini lebih ditingkatkan lagi dalam bentuk kerjasama budaya kampung/desa antara kedua negara Indonesia-Malaysia.(EDA)

EditorKerjasama Atdikbud
Gemas, Negeri Sembilan - Atdikbudkl.org: Persatuan Pecinta Seni Gemas di Negeri Sembilan menyelenggarakan acara Persatuan MyGemas Semarak Pecinta Seni 3 yang bertujuan melestarikan budaya nusantara. Acara tersebut juga bertujuan memupuk semangat cinta seni budaya di kalangan masyarakat setempat. Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Mokhamad Faris Maruf dan staf turut serta...