Seremban-Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia melaksanakan Rapat Evaluasi Kinerja 2019 dan Rencana Kerja 2020 di Seremban, (20 – 22 Desember 2019). Dalam rapat yang dibuka oleh Wakil Duta Besar RI Krishna K.U. Hannan tersebut membahas berbagai hal, antara lain peningkatan pengelolaan Community Learning Center (CLC), pembinaan Guru CLC dan SILN, repatriasi anak-anak CLC, dan penyelenggaraan pendidikan untuk anak-anak Indonesia di Semenanjung.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan anggaran tahun 2019 serta koordinasi dan komunikasi dengan para stake holder sehingga Rencana Kerja Atdikbud KBRI Kuala Lumpur pada tahun 2020 selaras dengan kebijakan Kemendikbud RI.

Dalam arahannya Wakil Duta Besar Krishna K.U. Hannan menyampaikan bahwa KBRI Kuala Lumpur mendukung penuh pemberian layanan pendidikan bagi anak-anak WNI di Malaysia. “ Hanya dengan pendidikan kita dapat memutus rantai kebodohan dan kemiskinan,” papar beliau.

Acara dihadiri oleh Kepala Kanselerai/Koordinator Fungsi Politik; Agus Badrul Jamal, Koordinator Fungsi Pensosbud; Agung Cahaya Sumirat, Atase Pendidikan dan Kebudayaan; Mokhammad Farid Maruf beserta staf, tim BPKRT dan Bendahara KBRI Kuala Lumpur beserta staf. Para stake holder yang diundang hadir perwakilan dari Kemdikbud RI Ditjen Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan Ditjen Pendidikan Khusus Palupi Raraswati, Nani Dahniarti, Aji Kusmanto dan Tedhy Vrihatnolo.

Turut hadir Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru yang diwakili oleh guru SIJB; Ardian Nur Rizki, P.F. KJRI Penang; Osrinikita Zubhana, P.F KJRI Kuching; Ringgi Perdini, dan P.F. Pensosbud KRI Tawau; Emir Faisal, Kepala Sekolah Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Encik Abdul Hajar, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Dadang Hermawan dan seluruh koordinator penghubung CLC Sabah dan Sarawak.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Maruf dalam sambutannya menyampaikan bahwa Atdikbud KBRI Kuala Lumpur memiliki stake holder; yang terdiri dari SILN di Malaysia; SIKL, SIKK, SIJB dan CLC. Atas dasar tersebut dipandang perlu adanya evaluasi untuk kegiatan yang telah diselenggarakan pada tahun 2019 dan perencanaan yang bisa dijadikan kegiatan rutin pada tahun 2020.

Terkait kegiatan repatriasi siswa lulusan SIKK dan CLC; repatriasi tahun 2019 berjalan lancar, namun masih banyak menyisakan pertanyaan yang muncul yang perlu dicarikan jawaban bersama oleh para stake holder. Untuk tahun 2020 diprediksi akan berpotensi mengalami peningkatan hingga 1000 orang siswa lebih. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dipandang perlu ada pembuatan data basis karena berindikasi setiap tahunnya terjadi peningkatan yang signifikan.

Sementara itu, Ibu Palupi Raraswati, dari Direktorat Pembinaan GTK Kemdikbud RI menyampaikan beberapa hal penting terutama tentang adanya perubahan kebijakan Kendikbud RI terkait perpindahan akun pengajian guru SILN yang semula melalui Biro PKLN Kemdikbud mulai Januari 2020 akan dialihkan ke Ditjen GTK Kemdikbud yang saat ini masih dalam proses pembahasan dan perlunya untuk diadakan pemetaan guru SILN agar kedepan dapat dijadikan acuan kegiatan pembinaan bagi guru-guru tersebut.

Rencana kerja tahun 2020, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, mengharapkan para stake holder; SIKL, SIKK, SIJB dan KP, dapat menyiapkan agenda-agenda kegiatan yang bisa diselaraskan bersama, agar visi negara dan KBRI Kuala Lumpur bisa terwujud. (Tim Atdikbud KBRI Kuala Lumpur)

EditorKerjasama Atdikbud
Seremban-Atdikbudkl.org: Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia melaksanakan Rapat Evaluasi Kinerja 2019 dan Rencana Kerja 2020 di Seremban, (20 – 22 Desember 2019). Dalam rapat yang dibuka oleh Wakil Duta Besar RI Krishna K.U. Hannan tersebut membahas berbagai hal, antara lain peningkatan pengelolaan Community Learning Center...