Tawau-atdikbud.org: Konsulat RI Tawau bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur cq. Atdikbud, telah mengadakan kegiatan Apresiasi Prestasi dan Seni (APSI) Tingkat SD CLC/Humana, di Konsulat RI Tawau, Minggu, 6 Agustus 2017.

APSI 2017 mengusung tema ‘Menggapai Asa Menuju Generasi Emas Indonesia’, diikuti oleh 78 siswa yang masuk final untuk 7 cabang lomba yang dikompetisikan, yaitu Cerdas Cermat, Pidato Bahasa Indonesia, Puisi, Menyanyi Solo, Menggambar, Olimpiade Matematik, dan Olimpiade Sains.

Babak penyisihan sebelumnya, dilakukan di beberapa CLC/Humana, diikuti oleh 438, yang tersebar di distrik/daerah Wilayah Kerja Tawau, Lahad Datu, Humana Sandakan, Kunak-Sempurna, Kinabatangan I & Kinabatangan II, Sabah.

Di hadapan Konsul RI Tawau, Bapak Krisna Jaelani, Pelaksana Fungsi Pensosbud KRI Tawau, Ibu Firma, Home staff KRI Tawau, Koordinator Penghubung CLC KRI Tawau, guru, orang tua murid, siswa CLC/Humana, Atdikbud Prof Ari Purbayanto menyampaikan sambutan pokoknya.

Atdikbud yang hadir untuk kedua kalinya pada acara ini, menyatakan bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan ini adalah para pemenang yang telah ‘terpilih mewakili teman-temannya, untuk tampil di ajang APSI ini, meskipun ada yang belum menjadi juara. Tetapi kalian semua telah berani tampil dengan baik dan sportif di ajang perlombaan ini. Ini sebuah pengalaman pembelajaran yang sangat baik. Bagi yang belum juara tingkatkan kemampuan dengan terus semangat belajar sehingga pada saatnya nanti akan menjadi sang juara.

APSI juga ajang bagi guru untuk membuktikan keberhasilannya dalam mendidik siswa, sekaligus mengukur prestasi pendidikan di masing-masing CLC/Humana. Ajang ini juga dapat dijadikan acuan siswa untuk mengikuti Kompetensi Sains, Seni, dan Olahraga (KS2O), SILN dan CLC, di Kota Kinabalu, Sabah pada tanggal 8 s.d 10 September 2017.

KS2O, akan diresmikan oleh Mendikbud, dan Duta Besar RI untuk Malaysia. Kali ini selain SILN Singapura, SILN Davao, Filipina, dan Bangkok, akan ikut bertannding.

Mendikbud melalui pesannya kepada Atdikbud pada kesempatan Rakor Atdikbud di Jakarta beberapa hari yang lalu menyampaikan, Kurikulum 2013 tetap dilanjutkan. Kebijakan 8 jam guru berada di sekolah untuk mengajar, bukan seluruhnya mengajar di ruang kelas tetapi juga termasuk kegiatan pembelajaran dan pembinaan siswa di luar kelas yang selama ini tidak diperhitungkan. Perlunya peningkatan program literasi, karena hasil penelitian UNESCO indeks membaca orang Indonesia 0,001 atau hanya 1 orang dari 1000 orang yang serius membaca.
Diharapkan program literasi dapat dilakukan pula di CLC/Humana melalui kegiatan gemar membaca buku cerita, sehingga dapat memberikan semangat/motivasi dan meningkatkan daya analisis siswa.

Untuk itu, Atdikbud akan mengusahakan satu Mobil Pintar yang ada di SIKK, dapat dimanfaatkan oleh KRI Tawau, sebagai perpustakan keliling di CLC wilayah Kerja KRI Tawau, Sabah.

Sambutan Konsul RI Tawau, pada acara penutupan yang dilakukannya, pada intinya menghimbau bagi mereka yang beruntung sebagai pemenang jangan berpuas diri. Sementara bagi siswa yang belum beruntung menjadi juara, harus meningkatkan kemampuan, tetap semangat, dan menggali pelajaran yang diberikan oleh guru-guru, dan insya Allah, akan menang tahun depan.

Konsul RI Tawau, setuju dengan harapan Atdikbud untuk memanfaatkan Mobil Pintar sebagai perpustakaan bergerak ke CLC.

Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada guru pembimbing CLC yang terlibat, para juara 1, 2, dan 3, untuk 7 jenis perlombaan, dan juara umur, serta foto bersama. [PS]

administratorKegiatan Atase PendidikanKegiatan Sekolah Indonesia di Malaysia
Tawau-atdikbud.org: Konsulat RI Tawau bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur cq. Atdikbud, telah mengadakan kegiatan Apresiasi Prestasi dan Seni (APSI) Tingkat SD CLC/Humana, di Konsulat RI Tawau, Minggu, 6 Agustus 2017. APSI 2017 mengusung tema 'Menggapai Asa Menuju Generasi Emas Indonesia', diikuti oleh 78 siswa yang masuk final untuk 7...