Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir  Efendi dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Communiti Learning Center (CLC) Tunas Perwira di wilayah Tawau, Sabah. Kamis, 24/01/2019. Ikut serta dalam rombongan tersebut Sekertaris Jenderal Kemdikbud, Didik Suhardi, Dirjen GTK, dan para pejabat eselon 2 Kemdikbud, Konsul RI Tawau, Jati Ismoyo, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf dan beberapa Diplomat Indonesia di wilayah Malaysia.

Konsul KRI Tawau  Sulistiyo Jati Ismoyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejarah berdirinya CLC Tunas Perwira dimulai sejak tahun 2000 yg di inisiasi pak guru Thomas seorang WNI yang dulunya berprofesi sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit. 

“Meskipun CLC Tunas Perwira di kategorikan sebagai CLC non ladang sehingga tidak bisa didaftarkan di Dinas Pendidikan negeri Sabah dan minim fasilitas, namun semua murid dan guru-guru yang mengajar mempunyai semangat yang tinggi dalam menjalani proses belajar,” ungkapnya sambil memperincikan tenaga pengajar yang hanya terdapat 4 orang guru, terdiri dari  3 guru lokal dan 1 guru bina yang mengajar dari tingkat TK, SD dan SMP.

Sementara itu, Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi menyampaikan bahwa sebenarnya Mendikbud sudah lama mengangendakan  kunjungan kerja ke Tawau dan wilayah perbatasan lain yang berbatasan dengan Malaysia. “Pendidikan merupakan hak dasar semua orang dan semua anak sehingga Pemerintah RI harus memberikan itu kepada semua anak Indonesia meskipun berada di luar negeri,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, murid-murid alumni CLC angkatan tahun 2010 sudah banyak yang diterima di Universitas unggulan di Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa mereka juga mampu bersaing meskipun mereka berasal dari CLC. Dibangku perkuliahan mereka juga dapat berbicara di ajang forum-forum internasional di luar negeri.

Sementara itu, Mendikbud Muhadjir Efendi, dalam sambutannya menyampaikan salam dari Presiden Jokowi Widodo, khusus kepada WNI dan anak-anak murid di seluruh CLC. “Memang sudah lama saya ingin berkunjung ke Tawau namum terkedala tugas-tugas di Indonesia,” ujar Muhajir yang menurutnya semua anak-anak Indonesia dimanapun berada meskipun di luar negeri, mempunyai hak yang sama dengan anak-anak di Indonesia, oleh karena itu saya hadir utk memastikan anak-anak mendapat akses pendidikan yang layak.

Dalam dialog, Mendikbud berjanji dan memerintahkan Sekjen beserta jajarannya untuk memberikan bantuan pembangunan gedung CLC Tunas Perwira menjadi bangunan sekolah satu atap dari TK,SD dan SMP yang layak dilengkapi dengan perpustakaan serta jaringan komputer.(EF)

EditorUncategorized
Kuala Lumpur – atdikbudkl.org: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir  Efendi dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Communiti Learning Center (CLC) Tunas Perwira di wilayah Tawau, Sabah. Kamis, 24/01/2019. Ikut serta dalam rombongan tersebut Sekertaris Jenderal Kemdikbud, Didik Suhardi, Dirjen GTK, dan para pejabat eselon 2 Kemdikbud, Konsul RI Tawau,...