Pewarta: Endang Salashinta Wagiastuti

Bintulu, Sarawak – atdikbudkl.org: Rombongan Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur dan Direktur Pendidikan Swasta Malaysiamelakukan kunjungan kerja ke beberapa pusat pendidikan anak Indonesia Community Learning Center (CLC) yang tersebar di beberapa perkebunan kelapa sawit di wilayah Bintulu, Sarawak, Malaysia.

Kunjungan kerja tersebut berlangsung pada tanggal 22 April 2019 dalam rangka mendampingi Datin Sri Hajah Nor Zamani binti Abdol Hamid, Direktur Pendidikan Swasta, Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM) yang ingin melihat beberapa CLC di daerah Bintulu.

Tim dari KPM terdiri dari Cik Nur Fauzana binti Mohamed, Pegawai KPM; Puan Mong Lian Sin dari Pejabat Pendidikan Daerah (PPD) Bintulu. Turut serta Nasrullah Ali Fauzi Koordinator Penghubung CLC wilayah Kerja KJRI Kuching dan Staf Atdikbud Endang Salashinta Wagiastuti.

 Sebelum berkunjungan ke CLC, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Maruf berkesempatan mengadakan pertemuan informal dengan pihak BPS-KPM di Bintulu untuk membahas seputar mekanisme layanan pendidikan anak-anak Indonesia di wilayah Sarawak.

Mananggapi perbincangan tersebut, Direktur BPS-KPM menyampaikan bahwa pihaknya perlu melihat langsung kondisi CLC sekaligus melakukan verifikasi apakah tempat pendidikan tersebut telah memenuhi ketetapan Kementerian Kesehatan, pemadam kebakaran serta pemerintah setempat.

Pada dasarnya Kementerian Pendidikan Malaysia setuju dengan pendirian CLC untuk memberikan pendidikan anak-anak Indonesia di wilayah perkebunan, namun pendiriannya harus memenuhi syarat yang diberikan oleh ketiga lembaga pemerintah tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke CLC Gayanis yang disambut dengan baik oleh Mr. Henry Lauw, Manager Ladang beserta stafnya. CLC Gayanis telah dibuka secara resmi oleh Duta Besar Bapak Rusdi Kirana, pada tanggal 15 Maret 2018 yang lalu.

CLC tersebut mempunyai 85 siswa yang berasal dari 33 Ladang Gayanis dan 41 Ladang Wawasan Sedar. Jumlah tenaga pengajar sebanyak 4 orang.

Kunjungan dilanjutkan ke CLC Wilmar Segarmas yang memiliki 84 siswa serta 4 tenaga pengajar. Disarankan kepada CLC Wilmar Segarmas untuk membangun fasilitas Surau mengingat sebagian besar siswa beragama Islam. Selain itu, CLC Wilmar Segarmas diminta agar dapat menambah ruang khusus untuk guru dan perpustakaan.

Untuk maksud keselamatan, Direktur BPS-KPM menyarankan agar siswa diberikan kartu pelajar sebagai tanda pengenal sehingga mereka merasa aman di jalan saat pulang pergi sekolah.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur beserta pihak Konsulat Jenderal RI Kuching akan terus mendorong orang tua dan juga siswa untuk menuntaskan wajib belajar dan bahkan sampai ke perguruan tinggi di Indonesia.[] EditorUncategorized

Pewarta: Endang Salashinta Wagiastuti Bintulu, Sarawak - atdikbudkl.org: Rombongan Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur dan Direktur Pendidikan Swasta Malaysiamelakukan kunjungan kerja ke beberapa pusat pendidikan anak Indonesia Community Learning Center (CLC) yang tersebar di beberapa perkebunan kelapa sawit di wilayah Bintulu, Sarawak, Malaysia. Kunjungan kerja tersebut berlangsung pada tanggal...