Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf dan staf melakukan kunjungan kerja ke Germany Malaysia Institute “Training Advance Technology,” Senin (27/5/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding-benchmarking guna memperoleh informasi mengenai peraturan pemerintah Malaysia dalam bidang pengadaan dan pembinaan khususnya kualiti kontrol bidang pendidikan kejuruan yang melibatkan kerjasama dengan pihak asing, salah satunya adalah Germany Malaysian Institute (GMI) yang merupakan kerjasama pendidikan Malaysia dan Jerman.

Atdikbud KBRI Kuala Lumpur diterima oleh Direktur GMI Mr. Ts Ngan Cheng Hua dan para jajarannya. “Malaysia adalah negara tetangga terdekat yang bisa kami jadikan sebagai perbandingan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, karena saat ini masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia adalah masih kurangnya ” Link and Match” antara kurikulum sekolah kejuruan dengan dunia industri yang ada di kawasan/wilayah tersebut, dan ini menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia saat ini untuk mengatasi masalah pengangguran” papar atdikbud.

Direktur GMI memaparkan bahwa Germany Malaysian Institute didirikan sejak tahun 1994. Ide pendiriannya diinisiasi oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad pada masa awal pemerintahannya. Pada awal didirikan GMI dibantu sepenuhnya oleh pemerintah Malaysia selama 5 tahun pertama. Dalam hal ini, Indonesia juga memiliki politeknik yang bekerjasama dengan Swiss.

Saat ini GMI menyediakan beberapa Program Diploma bidang kejuruan; Engineering Technology in process Instumentation & Control, German Dual Vocational Training ( mahasiswa diberikan kesempatan belajar beberapa di Jerman) dsb. Kurikulum yang diterapkan GMI meliputi 50%-70% industri (praktek) dan 25%-30% institusi (teori) dengan mengacu pada prinsip “Student Centered Learning.”

Mr. Ts Ngan Cheng Hua mengungkapkan bahwa alumni GMI dengan mudah diterima bekerja di perusahaan asing maupun Malaysia. Salah satu alumni berprestasi GMI tahun 2013 berasal dari Indonesia a.n. Auliyana Djafar. “Kami berharap nanti GMI dapat membuka kesempatan dual program dengan salah satu institusi pendidikan kejuruan di Indonesia” imbuh Atdikbud.

Selain menyediakan program pendidikan GMI juga telah mengadakan kolaborasi dan kerjasama pendidikan dengan beberapa negara termasuk Indonesia. GMI ikut aktif dalam pembinaan dan penelitian pasca bencana Tsunami Aceh bekerjasama dengan salah satu universitas Aceh. “Kedepan saya berharap dapat bekerjasama dengan GMI untuk pelatihan guru-guru SMK maupun sekolah umum Indonesia” ungkap Atdikbud. (EDA)

EditorUncategorized
Kuala Lumpur-atdikbudkl.org: Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Mokhammad Farid Maruf dan staf melakukan kunjungan kerja ke Germany Malaysia Institute 'Training Advance Technology,' Senin (27/5/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding-benchmarking guna memperoleh informasi mengenai peraturan pemerintah Malaysia dalam bidang pengadaan dan pembinaan khususnya kualiti kontrol bidang pendidikan kejuruan yang melibatkan...