Kota Kinabalu – Atdikbudkl.org: Pemerintah RI memalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali mengirim tenaga pendidik untuk ditempatkan di Community Learning Center (CLC) di Wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Kemdikbud melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan serah terima 84 guru bina tahap 10 kepada Atdikbud KBRI Kuala Lumpur di Sabah Oriental Hotel Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Dari jumlah itu, 53 Guru Bina akan ditempatkan di wilayah akreditasi KJRI Kota Kinabalu dan Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, sementara 31 Guru Bina dan akan ditempatkan di Wilayah Akreditasi KJRI Kuching, Sarawak.

Acara pembukaan dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Bapak Krishna Djelani, Konsul RI Tawau, Bapak Sulistijo Djati Ismojo, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, Bapak Mokhammad Farid Maruf, Kasubdit Perencanaan dan Pengendalian Kebutuhan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud RI, Ibu Dra. Palupi Raraswati, M.A.P.

Ikut serta menyaksikan acara serah terima Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI Kota Kinabalu, Bapak Cahyono Rustam, Pelaksana Fungsi Pensobud KJRI Kuching Ibu Ringgi Perdini, Pelaksana Fungsi Pensosbud KRI Tawau, Bapak Emir Faisal, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Koordinator Penghubung (KP) Malaysia, KP Kota Kinabalu, KP Tawau serta beberapa staf panitia dari KJRI Kota Kinabalu, KRI Tawau.

Acara pembukaan dimeriahkan oleh penampilan Tari Puspa Bali yang dibawakan oleh siswi Sekolah Indonesia Kota Kinabalu.

Dalam kata sambutannya Atdikud Mokhammad Farid Maruf menyampaikan bahwa kehadiran layanan pendidikan sangat penting bagi buruh migran di Sabah Sarawak walaupun tidak secara drastis namun pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk menaikkan kurva taraf kehidupan anak-anak mereka kelak.

“Selain mendidik, tugas penting bagi para Guru Bina adalah menyampaikan Pesan pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak kepada orang tua,” ungkap Atdikbud dan berharap guru-guru tahap 10 dapat melanjutkan usaha yang telah dilakukan oleh pendahulunya, khususnya repatriasi anak-anak lulusan CLC melalui program beasiswa-beasiswa tersebut, termasuk upaya yang dilakukan oleh “Sabah Bridge.”

Hal senada juga disampaikan oleh Konjen RI Kota Kinabalu, Krishna Djaelani pada arahannya mengingatkan akan pentingnya pendidikan yang merupakan hak azazi manusia. “Untuk itu Pemerintah RI secara konstitusi memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri,” tegasnya.

Mewakili Kemdikbud RI, Kasubdit Perencanaan dan Pengendalian Kebutuhan Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemdikbud RI, Ibu Dra. Palupi Raraswati, M.A.P. pada sambutannya menyampaikan Pemerintah RI bertekad menyediakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI dimana pun berada termasuk anak-anak buruh migran di Malaysia. (ESW dan EDA).

EditorKerjasama Atdikbud
Kota Kinabalu - Atdikbudkl.org: Pemerintah RI memalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali mengirim tenaga pendidik untuk ditempatkan di Community Learning Center (CLC) di Wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia. Kemdikbud melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan serah terima 84 guru bina tahap...